HARDIKDA ke-67, Pemko Langsa Dorong Pendidikan Berkualitas untuk Cetak Generasi Aceh Unggul dan Berkarakter

waktu baca 4 menit
Rabu, 2 Sep 2026 10:33 48 Redaksi

Kota Langsa  – Pemerintah Kota Langsa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan Aceh yang unggul, Islami, berkarakter dan berdaya saing.

Penegasan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) Aceh ke-67 yang digelar di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa, Rabu (2/9/2026).

Mengusung tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat”, peringatan HARDIKDA tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan di Aceh.

Upacara dipimpin langsung Plt. Kepala Disdikbud Kota Langsa, Sopian, S.Pd., MM., M.Pd., dan diikuti para kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Langsa, guru, tenaga kependidikan serta peserta didik.

Dalam amanat Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan bahwa HARDIKDA tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan.

Momentum ini harus menjadi ruang refleksi untuk melihat sejauh mana pembangunan pendidikan telah memberikan dampak nyata terhadap masa depan generasi muda Aceh.

“Karena kita semua memahami, masa depan Aceh sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini,” demikian pesan Gubernur Aceh dalam amanatnya.

Menurutnya, pendidikan berkualitas tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik. Pendidikan harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter, kreativitas, inovasi dan integritas, sehingga mampu menghadapi tantangan sekaligus bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pendidikan juga menjadi investasi strategis dalam mewujudkan visi Aceh yang Islami, Maju, Bermartabat dan Berkelanjutan. Generasi Aceh harus memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kekuatan iman, akhlak serta karakter.

Untuk itu, pembangunan pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Pemerintah, guru, kepala sekolah, orang tua, dunia usaha dan masyarakat harus membangun kolaborasi agar pendidikan yang berkualitas dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anak Aceh.

Gubernur juga mengajak insan pendidikan untuk menyelaraskan pembangunan pendidikan daerah dengan kebijakan nasional, terutama dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, teknologi, kesehatan, olahraga dan pemberdayaan generasi muda.

Targetnya bukan sekadar mencetak anak-anak yang mampu bersaing di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga generasi Aceh yang mampu mengukir prestasi di panggung internasional.

Apresiasi turut disampaikan kepada para guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua dan peserta didik yang selama ini telah mengantarkan anak-anak Aceh meraih berbagai prestasi di bidang akademik, olahraga, seni dan budaya hingga kompetisi tingkat nasional dan internasional.

“Anak-anak Aceh memiliki kemampuan yang luar biasa. Yang kita butuhkan adalah kesempatan, pembinaan, guru yang terus belajar dan lingkungan pendidikan yang mendukung,” ujarnya.

Pendidikan Kebencanaan Jadi Perhatian

Selain peningkatan mutu pendidikan, HARDIKDA ke-67 juga menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.

Dengan kondisi Aceh yang memiliki potensi berbagai bencana, satuan pendidikan diharapkan menjadikan pendidikan kebencanaan sebagai bagian dari budaya sekolah.

Guru dan kepala sekolah diminta membekali peserta didik dengan pengetahuan serta keterampilan menghadapi kondisi darurat, termasuk langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi maupun bencana lainnya.

Pemerintah Aceh juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memulihkan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana melalui dukungan anggaran APBN untuk revitalisasi, rehabilitasi dan rekonstruksi.

Tercatat, 93 sekolah jenjang SMK negeri dan swasta terdampak banjir, sedangkan pada jenjang SMA terdapat 344 sekolah terdampak. Pemerintah Aceh memastikan proses pemulihan terus dilakukan agar peserta didik dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman dan layak.

Di penghujung amanat, Gubernur Aceh menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat program pendidikan, meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, meningkatkan kompetensi guru serta memperluas pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil dan pedalaman.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan Aceh maju melalui pendidikan unggul. Dengan tekad dan kerja keras kita, saya yakin Aceh akan mampu menghasilkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter mulia,” demikian amanat Gubernur Aceh.

Peringatan HARDIKDA ke-67 di Kota Langsa pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi Aceh yang cerdas, berakhlak, berintegritas dan siap menjadi penggerak kemajuan daerah serta bangsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA