IAIN Langsa Perkuat Pusat BIPA, Siapkan Mahasiswa Asing Kuasai Bahasa dan Budaya Indonesia

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 12:59 27 Redaksi

Kota Langsa – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa resmi meluncurkan dan memperkuat Pusat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan mahasiswa internasional sekaligus mempercepat internasionalisasi kampus.

Launching Pusat BIPA Tahun 2026 berlangsung di Aula SBSN IAIN Langsa, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Biro AUAK IAIN Langsa Drs. Amrun Saleh, MA dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Langsa Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan pengurus Pusat BIPA. Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga didampingi Kepala Biro AUAK sebagai tanda dimulainya program Pusat BIPA IAIN Langsa.

Pusat BIPA IAIN Langsa dibentuk berdasarkan Keputusan Rektor IAIN Langsa Nomor 413 Tahun 2026 tentang Lembaga Pusat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pada IAIN Langsa Tahun 2026 yang ditetapkan pada 7 September 2026.

Kepala Biro AUAK IAIN Langsa, Drs. Amrun Saleh, MA, mengatakan keberadaan Pusat BIPA memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa asing agar mampu berkomunikasi sekaligus memahami lingkungan sosial dan budaya Indonesia.

“Pertama melalui bahasa, kita pastikan mahasiswa asing bisa membaca bahasa Indonesia, menulis bahasa Indonesia, memahami komunikasi dengan bahasa Indonesia, dan berbicara bahasa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, program BIPA tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa. Mahasiswa asing juga akan diperkenalkan dengan adat istiadat, budaya, dan kesenian Indonesia, termasuk kekayaan budaya Aceh.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA, mengatakan Pusat BIPA menjadi salah satu komponen penting dalam membangun ekosistem internasionalisasi IAIN Langsa.

Ia menyebut peningkatan jumlah pendaftar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya perkembangan dalam upaya promosi dan penerimaan mahasiswa baru.

“Ini menunjukkan bahwa kerja-kerja admisi pantas kita syukuri. Kehadiran admisi memperkuat proses promosi kepada masyarakat,” katanya.

Amiruddin berharap koordinasi antara bagian admisi dan Pusat BIPA terus diperkuat, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa internasional sejak proses penerimaan hingga menjalani pendidikan di IAIN Langsa.

IAIN Langsa juga berencana membentuk International Office sebagai bagian dari pengembangan layanan dan ekosistem kampus yang semakin terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara.

“IAIN Langsa sebagai tempat masyarakat internasional untuk berkuliah di sini. Pusat BIPA menjadi jembatan dari IAIN Langsa kepada mahasiswa internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan internasionalisasi kampus tidak hanya dimaknai sebagai upaya mendatangkan mahasiswa atau memperkenalkan dunia kepada IAIN Langsa. Lebih dari itu, IAIN Langsa harus mampu membawa pemikiran, gagasan, dan kontribusi akademiknya ke tingkat internasional.

“Bukan hanya dunia yang kita bawa ke IAIN Langsa, tetapi IAIN Langsa yang kita bawa ke dunia,” tegasnya.

Dengan penguatan Pusat BIPA, IAIN Langsa menargetkan layanan bagi mahasiswa asing semakin optimal, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan bahasa, budaya Indonesia, dan kekayaan budaya Aceh kepada komunitas internasional di lingkungan kampus.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA