Pimpinan Pesantren Dar Faqih Qurani Apresiasi Pelayanan RSU Cut Meutia, Dorong Peningkatan Fasilitas 

waktu baca 3 menit
Rabu, 26 Agu 2026 20:17 61 Redaksi

Kota Langsa – Pimpinan Pesantren Dar Faqih Qurani, Abu Dr. H. Awwaluz Zikri, Lc., MA, memberikan apresiasi terhadap pelayanan dan kenyamanan yang diberikan RSU Cut Meutia di Kota Langsa.

Mudir Pesantren Dar Faqih Qurani yang juga Dosen Fakultas Syariah IAIN Langsa itu pada Rabu (26/8/2026) saat diwawancarai menyampaikan penilai keberadaan rumah sakit Cut Meutia  dengan lingkungan yang luas, asri dan memiliki udara segar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kenyamanan serta proses pemulihan pasien.

Menurutnya, konsep tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejarah perkembangan rumah sakit dalam peradaban Islam.

Ia mengisahkan bagaimana para ilmuwan kedokteran pada masa lalu mempertimbangkan kualitas udara dan lingkungan sebelum menentukan lokasi pembangunan rumah sakit.

“Dulu, tokoh-tokoh ilmuwan kedokteran seperti Ibnu Qasim, yang kemudian dikenal sebagai Aven Cassis, juga mengetahui tentang peredaran darah, pengobatan gigi dengan akar dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menceritakan, dalam menentukan lokasi rumah sakit, dilakukan pengamatan terhadap potongan daging yang ditempatkan di sejumlah lokasi.

Tempat di mana daging paling lama bertahan dan tidak cepat membusuk dinilai memiliki kualitas udara yang baik.

“Di situlah udara dinilai paling baik, dan di sanalah rumah sakit didirikan,” jelasnya.

Menurut Abu Awwaluz Zikri, kondisi tersebut dinilai selaras dengan lingkungan RSU Cut Meutia yang menurutnya memiliki posisi lapang dan udara yang segar.

Pengalaman tersebut juga dirasakan secara langsung ketika salah seorang anaknya, Mu’ad, pernah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Ketika anak-anak kami pernah dirawat di sini, Ananda Mu’ad, anak kedua kami, kami merasakan kamarnya seperti di hotel. Rasanya bukan sedang dirawat, melainkan seperti sedang berpiknik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, suasana taman dan air mancur yang dapat dinikmati pasien maupun keluarga ketika keluar dari kamar turut memberikan kesan nyaman selama menjalani perawatan.

“Setiap keluar dari kamar, terpandang pemandangan taman dan air mancur yang indah,” katanya.

Meski memberikan apresiasi, Abu Awwaluz Zikri juga menyampaikan sejumlah masukan untuk pengembangan rumah sakit ke depan.

Salah satunya terkait ketersediaan ambulans yang diharapkan dapat memberikan pelayanan penjemputan pasien secara cepat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan pertolongan medis.

“Sebagai masukan dan kritikan, saya belum tahu apakah masih ada kontrak yang belum tuntas atau tidak. Namun harapan kami, ketika ada anak yang sakit, tersedia ambulans yang dapat menjemput dengan sigap,” ujarnya.

Selain ambulans, ia juga menyoroti keterbatasan jumlah kamar, baik kelas VIP, kelas I maupun kelas lainnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan penting seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

“Jumlah penduduk terus bertambah, maka rumah sakit pun tidak boleh tetap pada kapasitas yang sama. Harus terus bertambah kamar dan fasilitasnya, bahkan dapat membangun cabang di tempat-tempat lain,” tegasnya.

Ia berharap pengelolaan rumah sakit dapat terus ditingkatkan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islami serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberkati, dan semoga Rumah Sakit Cut Meutia terus berkembang pesat,” harapnya.

Ia juga berharap RSU Cut Meutia ke depan memiliki lebih banyak kamar, fasilitas yang semakin lengkap serta pelayanan yang semakin prima sehingga mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya.

“Dengan pengelolaan yang baik, nilai-nilai Islami yang terjaga, serta pelayanan yang prima, rumah sakit ini semakin maju dengan kamar yang lebih banyak dan fasilitas yang semakin lengkap,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA