Tangan Dingin Ernawati Sulap RSU Cut Meutia Langsa Makin Diminati

waktu baca 5 menit
Jumat, 28 Agu 2026 18:17 247 Redaksi

Kota Langsa – Perubahan besar terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Langsa di bawah kepemimpinan Ir. Ernawati, Direktur PT Cut Meutia Medika Nusantara (PT CMN), perusahaan yang menaungi RSUCM.

Sejak menjabat pada 9 Januari 2023 hingga saat ini, sosok yang akrab disapa Nana tersebut dinilai telah membawa berbagai pembenahan dan peningkatan, baik dari sisi sarana-prasarana, peralatan kesehatan, sumber daya manusia (SDM), maupun pelayanan kepada pasien.

Perkembangan tersebut membuat RSU Cut Meutia Langsa semakin diperhitungkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan yang diminati masyarakat karena terus berupaya memberikan pelayanan yang memuaskan.

Kepala Bagian Operasional PT CMN, Waluyo, kepada awak media, Jumat (28/8/2026), mengungkapkan berbagai perubahan yang dilakukan selama kepemimpinan Ir. Ernawati.

Menurutnya, salah satu perubahan paling terlihat adalah peningkatan kapasitas ruang rawat inap. Dari sebelumnya 113 tempat tidur, kini meningkat menjadi 144 tempat tidur.

“Banyak perubahan yang dilakukan oleh Direktur PT CMN yang kerap disebut Buk Nana. Semuanya dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Waluyo.

Dari Satu Ruang Operasi Menjadi Tiga

Transformasi juga terjadi pada fasilitas ruang operasi. Jika sebelumnya RSUCM hanya memiliki satu ruang operasi, kini telah berkembang menjadi tiga ruang operasi yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung dan peralatan yang terus dimodernisasi.

Selain itu, sejumlah ruangan juga direnovasi dan dialihfungsikan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.

Aula lama direnovasi menjadi ruang rawat inap Keupula F Standar KRIS dengan kapasitas 24 tempat tidur.

Ruang rawat inap bersalin juga mendapat pembenahan. Sebanyak 18 tempat tidur kini digunakan pada ruang yang disebut Melue, sementara ruang rawat bersalin lainnya dengan kapasitas 7 tempat tidur diberi nama Seureunee.

Tak hanya bangunan, fasilitas pendukung juga diperkuat melalui pengadaan genset berkapasitas 250 KVA, sehingga diharapkan mampu mendukung keberlangsungan pelayanan ketika terjadi gangguan pasokan listrik.

Alat Kesehatan Dimodernisasi

Perubahan berikutnya menyentuh sektor alat kesehatan (Alkes).

RSUCM melakukan modernisasi dan pembaharuan berbagai peralatan, diantaranya patient monitor, ventilator, dan defibrilator.

Sistem komputerisasi juga ditingkatkan untuk mendukung penerapan rekam medis elektronik.

“Pengadaan alat Endoskopi untuk THT, anti petir, penambahan satu USG 4 dimensi HD Live untuk obgyn, USG 4 dimensi untuk echo jantung, serta upgrade komputer dan Alkes di ruang operasi yang modern sesuai standar BPJS Kesehatan,” jelas Waluyo.

Berbagai pembenahan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan rasa aman serta nyaman kepada pasien.

Dokter Bertambah, Layanan Spesialis Makin Lengkap

Bukan hanya fasilitas fisik yang mengalami perubahan. Jumlah tenaga dokter juga mengalami peningkatan cukup signifikan.

Waluyo menyebut, selama kepemimpinan Ir. Ernawati terdapat penambahan sekitar 16 dokter, sehingga jumlah dokter di RSU Cut Meutia pada 2026 mencapai sekitar 42 orang.

Penambahan tersebut memperkuat sejumlah layanan spesialis, mulai dari penyakit dalam, anak, obgyn, saraf, paru, bedah, jantung, THT, mata, urologi, orthopedi, jiwa hingga gizi klinis.

Kehadiran dokter-dokter tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan RSUCM dalam menangani berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pasien untuk mendapatkan pelayanan di luar daerah.

Serap Tenaga Kerja, Bantu Kurangi Pengangguran

Pertumbuhan RSU Cut Meutia juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

Waluyo menjelaskan, sebelum Ir. Ernawati memimpin, tenaga kerja di RSUCM berjumlah sekitar 192 orang, terdiri dari 120 karyawan tetap, 45 tenaga medis kontrak dan 31 tenaga nonmedis kontrak.

Dalam perkembangannya, terdapat penambahan tenaga medis dan nonmedis kontrak sebanyak 62 orang, sehingga total tenaga kerja kini mencapai sekitar 258 orang.

“Dengan demikian, secara tidak langsung RSUCM juga membantu Pemko Langsa mengurangi angka pengangguran,” imbuh Waluyo.

Menariknya, proses penerimaan karyawan disebut dilakukan melalui mekanisme seleksi dan tes. Peserta yang memperoleh nilai terbaik dan memenuhi kualifikasi yang ditentukan kemudian dinyatakan lulus.

“Setiap penerimaan karyawan selalu dilakukan tes terlebih dahulu. Bagi siapa saja yang lulus tes dan meraih nilai tertinggi baru diterima, tidak serta-merta diterima. Hal ini dilakukan guna mendapatkan pekerja yang profesional dan bertanggung jawab di bidangnya masing-masing,” tegasnya.

Jalan Panjang di Balik Sebuah Kemajuan

Di balik kemajuan tersebut, Waluyo menyadari bahwa setiap perjalanan menuju puncak tidak selalu berjalan mulus.

Ia mengibaratkan perjuangan Ir. Ernawati dalam membangun dan mengembangkan RSU Cut Meutia seperti seseorang yang sedang mendaki gunung.

“Setiap kita hendak mencapai puncak tertinggi, terpaan angin semakin kuat. Sehingga jerih payah kita dari awal mendaki tidak selalu dipandang,” katanya.

Menurutnya, berbagai pembenahan yang telah dilakukan selama kepemimpinan Ir. Ernawati merupakan bagian dari proses panjang untuk menjadikan RSU Cut Meutia semakin maju.

“Begitu juga dengan perjuangan Direktur PT CMN ini. Jerih payahnya membuat RSU Cut Meutia seperti sekarang ini tidak dianggap oleh segelintir orang yang tidak senang. Namun begitulah kehidupan, tidak selamanya apa yang kita buat baik diterima oleh orang lain,” ujarnya.

Waluyo berharap, di bawah kepemimpinan Ir. Ernawati, PT CMN yang menaungi RSU Cut Meutia dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Semoga di bawah kepemimpinan Nana, PT CMN yang menaungi RSU Cut Meutia bisa berkembang lebih baik lagi. Tentunya butuh dukungan kita semua,” tandasnya.

Kini, RSU Cut Meutia Langsa tidak sekadar bertambah besar dalam jumlah ruang dan tenaga kesehatan.

Perubahan itu juga menjadi gambaran sebuah rumah sakit yang terus berbenah, memperkuat pelayanan, dan berusaha menjawab kebutuhan masyarakat Langsa dan sekitarnya.

Diketahui bahwa unit usaha PT CMN tak hanya RSU Cut Meutia Langsa saja tapi ada beberapa lainnya yaitu; Klinik Cut Meutia I di Kebun Baru Kota Langsa, Klinik Utama Cut Meutia (KUCM) dan Klinik Cut Meutia II yang berada di Cot Girek Kabupaten Aceh Utara dan Klinik Cut Meutia III yang berada di desa Pulau Tiga Kabupaten Aceh Tamiang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA