Rektor IAIN Langsa Paparkan Ekoteologi Islam pada IDMAC 2026 di Malaysia 

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Agu 2026 22:38 41 Redaksi

Penang, Malaysia – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, M.A., turut berpartisipasi dalam The 18th International Islamic Development Management Conference (IDMAC) 2026 yang berlangsung pada 18–19 Agustus 2026 di Raia Inn Hotel, Penang, Malaysia.

Konferensi internasional yang mengangkat tema “Islamic Service Management” tersebut menjadi ruang akademik bagi para sarjana dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi gagasan mengenai pengurusan pembangunan berasaskan nilai-nilai Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ismail Fahmi mempresentasikan artikel bertajuk “Ekoteologi Islam sebagai Paradigma Pembangunan Berkelanjutan: Perspektif Maqashid Syariah.”

Dalam paparannya, Rektor IAIN Langsa menegaskan bahawa krisis lingkungan global tidak semata-mata merupakan persoalan teknologi dan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan krisis moral dan spiritual manusia dalam memandang alam

“Pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Kita perlu memastikan bahawa pembangunan tetap menjaga keseimbangan alam, kemaslahatan masyarakat dan hak generasi yang akan datang,” ujar Prof. Ismail Fahmi dalam forum tersebut.

Menurutnya, Islam memiliki landasan yang kuat untuk membangun paradigma pembangunan yang lebih berkelanjutan melalui prinsip tauhid, khalifah, amanah, mizan dan larangan fasad.

Prinsip-prinsip tersebut kemudian dipertemukan dengan kerangka maqashid syariah, khususnya perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Menurut Prof. Ismail Fahmi, seluruh tujuan tersebut pada hakikatnya sangat berkaitan dengan kelestarian lingkungan.

“Menjaga alam bukan sekadar tanggungjawab sosial, tetapi merupakan amanah keagamaan. Manusia adalah khalifah yang diberi tanggungjawab untuk memakmurkan bumi, bukan mengeksploitasinya tanpa batas,” jelasnya.

Prof. Ismail Fahmi juga menawarkan pergeseran paradigma pembangunan, daripada eksploitasi kepada pemeliharaan, daripada dominasi kepada amanah, dan daripada kepentingan jangka pendek kepada keadilan antargenerasi.

Ia menilai pendekatan tersebut membuka ruang bagi pengembangan berbagai instrumen pembangunan berbasis Islam, seperti ekonomi hijau syariah, green sukuk, wakaf lingkungan dan kebijakan publik berbasis maqashid syariah.

Keikutsertaan Rektor IAIN Langsa dalam forum internasional tersebut sekaligus menjadi bagian daripada upaya memperluas jejaring akademik dan kolaborasi internasional IAIN Langsa, khususnya dalam bidang Islamic Development Management, ekoteologi dan pembangunan berkelanjutan.

“Semoga forum seperti IDMAC ini bukan hanya menjadi tempat bertukar gagasan, tetapi juga melahirkan kolaborasi nyata yang memberikan manfaat kepada masyarakat, negara dan dunia,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA