Bea Cukai Langsa Catat Kinerja Positif Semester I 2026, Penerimaan Negara Lampaui Target 136,51 Persen

waktu baca 2 menit
Rabu, 8 Jul 2026 04:19 42 Redaksi

Kota Langsa – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Langsa kembali menunjukkan kinerja yang membanggakan sepanjang Semester I Tahun 2026. Melalui penguatan pengawasan, penegakan hukum, dan pelayanan kepabeanan yang profesional, instansi ini berhasil melampaui target penerimaan negara sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat.

Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, Rabu (8/7/2026), kepada media menjelaskan bahwa hingga 30 Juni 2026, Bea Cukai Langsa berhasil membukukan realisasi penerimaan negara sebesar Rp261,578 juta, atau mencapai 136,51 persen dari target penerimaan tahun 2026.

“Capaian ini menunjukkan bahwa pengawasan yang efektif dapat berjalan beriringan dengan pelayanan yang profesional, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara,” ujar Dwi.

Ia menjelaskan, meskipun wilayah kerja Bea Cukai Langsa tidak memiliki aktivitas impor maupun ekspor yang signifikan, optimalisasi penerimaan tetap berhasil dicapai melalui penegakan hukum menggunakan mekanisme Ultimum Remedium (UR). Melalui mekanisme tersebut, negara berhasil memperoleh penerimaan sekitar Rp200 juta, atau memberikan kontribusi sekitar 76,46 persen terhadap total realisasi penerimaan negara selama Semester I Tahun 2026.

Di bidang pengawasan, Bea Cukai Langsa juga mencatat sejumlah keberhasilan penting. Selama Semester I Tahun 2026, petugas berhasil mengamankan 351.080 batang rokok ilegal dengan estimasi nilai barang sekitar Rp560,81 juta serta menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp369,20 juta.

Selain itu, melalui operasi gabungan, Bea Cukai Langsa berhasil mengungkap dua kasus penyalahgunaan narkotika dengan barang bukti sekitar 160.000 gram atau 160 Kilogram methamphetamine. Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada BNN Kota Langsa untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tak hanya fokus pada penerimaan negara dan pemberantasan barang ilegal, Bea Cukai Langsa juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan satwa liar yang dilindungi ke luar negeri. Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia serta mendukung implementasi ketentuan konservasi nasional maupun internasional.

Di sektor pengembangan ekonomi daerah, Bea Cukai Langsa terus memperkuat perannya sebagai industrial assistance melalui pembinaan UMKM dan pendampingan perusahaan penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus membuka peluang ekspor baru dari wilayah Aceh.

Dwi Harmawanto menegaskan, capaian Semester I Tahun 2026 menjadi bukti bahwa Bea Cukai Langsa tidak hanya berperan sebagai pengumpul penerimaan negara, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, melindungi kekayaan hayati, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ke depan, Bea Cukai Langsa akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan profesionalisme serta integritas dalam menjalankan tugas demi memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat dan menjaga penerimaan negara,” tutup Dwi Harmawanto.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA