Plt. Kepala DP3A Dalduk dan KB Kota Langsa, Muhammad Tarmizi, SE, MM, bersama tim foto bersama Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE di Tribun Lapangan Merdeka, Minggu (12/7/2026). Kota Langsa – Menyambut peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk dan KB) Kota Langsa terus mengintensifkan upaya perlindungan anak melalui Kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka, Minggu (12/7/2026).
Momentum berkumpulnya ribuan warga dalam kegiatan Car Free Day dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
Melalui pembagian selebaran edukatif serta sosialisasi langsung kepada masyarakat, DP3A Dalduk dan KB mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga dan melindungi generasi penerus bangsa.
Plt. Kepala DP3A Dalduk dan KB Kota Langsa, Muhammad Tarmizi, SE, MM, mengatakan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ke-42 yang diperingati setiap 23 Juli, sekaligus bentuk komitmen Pemerintah Kota Langsa dalam memperkuat perlindungan anak.
“Car Free Day menjadi momentum yang sangat tepat karena ribuan masyarakat berkumpul di ruang publik. Melalui kegiatan ini kami memberikan edukasi tentang pentingnya perlindungan anak agar tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga anak adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Muhammad Tarmizi.
Ia menjelaskan, Kampanye BERLIAN merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Melalui gerakan tersebut, pemerintah mendorong terciptanya ruang yang aman, sehat, ramah, nyaman, dan inklusif bagi anak di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, ruang publik, hingga ruang digital.
Menurutnya, perlindungan anak tidak lagi menjadi tanggung jawab keluarga semata. Perlu kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, media, hingga dunia usaha agar setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang tanpa rasa takut.
“Mari bersama melindungi anak di setiap ruang kehidupan. Pastikan lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik hingga ruang digital benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi mereka,” katanya.
Muhammad Tarmizi menambahkan, melalui Kampanye BERLIAN, pihaknya ingin memastikan setiap anak memperoleh hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi tanpa mengalami kekerasan, diskriminasi, perundungan maupun perkawinan anak.
Selain itu, kampanye ini juga mendorong pengasuhan yang positif di lingkungan keluarga serta memberi ruang agar suara anak didengar dan dilibatkan dalam berbagai kebijakan maupun program yang berkaitan dengan kepentingan mereka.
“Kami ingin seluruh masyarakat menjadi bagian dari gerakan ini. Dengan kolaborasi semua pihak, kita dapat mewujudkan Kota Langsa sebagai Kota Layak Anak sekaligus melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Muhammad Tarmizi.
Tidak ada komentar