Bukan Sekadar Janji, Jejak Pengabdian yang Ingin Dilanjutkan Cage PB Beuramo

waktu baca 3 menit
Sabtu, 4 Jul 2026 04:32 169 Redaksi

Kota Langsa – Di tengah riuhnya dinamika pemilihan geuchik langsung (Pilchiksung) di 47 Gampong dalam wilayah Kota Langsa, tidak semua calon datang membawa janji-janji besar. Ada pula yang memilih berbicara melalui jejak kerja yang telah ditinggalkan.

Begitulah sosok Zubaili, SE, yang kembali maju sebagai Calon Geuchik (Cage) Gampong Paya Bujok Beuramo, Kecamatan Langsa Barat, untuk periode 2026–2032, Sabtu (4/7/2026).

Pada lembaran alat peraga kampanyenya, hanya terpampang kalimat sederhana namun sarat makna: “Bukan Baru Berjanji, Tapi Sudah Memberi Bukti.”

Kalimat itu bukan sekadar slogan. Ia menjadi penegasan bahwa kepercayaan masyarakat dibangun bukan hanya melalui kata-kata, melainkan melalui pengabdian yang telah dirasakan.

Di tengah latar megah Masjid Agung yang menjadi simbol religiusitas masyarakat, wajah Zubaili tampil sederhana dengan balutan jas hitam dan peci khas Aceh. Tidak ada ekspresi berlebihan. Hanya tatapan yang seolah ingin menyampaikan satu pesan: amanah adalah tanggung jawab yang harus dijaga.

Bagi masyarakat gampong, pemilihan geuchik bukan hanya soal memilih pemimpin administratif. Lebih dari itu, mereka sedang menentukan sosok yang akan menjadi tempat mengadu persoalan, menyatukan perbedaan, sekaligus menggerakkan pembangunan di tingkat paling dekat dengan kehidupan warga.

Karena itu, setiap musim pemilihan selalu menghadirkan harapan baru. Jalan lingkungan yang lebih baik, pelayanan masyarakat yang semakin cepat, pemberdayaan ekonomi, hingga perhatian terhadap generasi muda menjadi harapan yang terus bergema dari rumah ke rumah.

Zubaili memilih mengusung semangat “Kerja Nyata, Amanah untuk Semua.” Sebuah ajakan agar pembangunan gampong tidak hanya dinikmati oleh sebagian kalangan, melainkan dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Nomor urut 4 yang melekat pada dirinya pun kini menjadi simbol pilihan yang akan diputuskan masyarakat melalui bilik suara.

Namun pada akhirnya, angka hanyalah penanda. Kepercayaan warga akan ditentukan oleh rekam jejak, integritas, dan kedekatan seorang calon dengan masyarakat yang dipimpinnya.

Di setiap pesta demokrasi tingkat gampong, selalu ada cerita tentang harapan yang dipertaruhkan. Ada doa-doa yang dipanjatkan di setiap rumah, ada harapan agar pemimpin terpilih benar-benar menjadi pelayan masyarakat, bukan sekadar pemegang jabatan.

Sebab menjadi geuchik bukan hanya tentang memenangkan pemilihan. Lebih dari itu, ia adalah amanah untuk menjaga persatuan, merawat kepercayaan, dan memastikan setiap kebijakan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ketika hari pemungutan suara tiba, masyarakat PB. Beuramo akan menentukan pilihannya. Siapa pun yang dipercaya memimpin nantinya, harapan warga tetap sama: hadirnya pemimpin yang bekerja dengan hati, menepati amanah, dan terus membawa gampong menuju masa depan yang lebih baik.

Zubaili pun kembali berharap pada seluruh masyarakat Gampong Paya Bujok Beuramo, ia mohon doa dan dukungannya agar pada 19 Juli 2026 nantinya diberikan amanah dengan mencoblos nomor urut 4 untuk melanjutkan kepemimpinanya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA