Pemko Langsa Jadi Lokus PKN II, Peserta Pelajari Pemulihan Pascabencana

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 13:21 50 Redaksi

Kota Langsa – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menerima kunjungan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 25 Tahun 2026 Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) LAN RI Aceh, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan visitasi yang berlangsung di Gedung Virta Convention Hall, Kota Langsa, mengangkat tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Penguatan Tata Kelola Pemulihan Pascabencana untuk Mewujudkan Resiliensi Daerah dan Nasional.”

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., melalui Sekretaris Daerah Kota Langsa Dra. Suhartini, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Langsa sebagai salah satu lokus pembelajaran peserta PKN Tingkat II.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Langsa, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Kami merasa terhormat karena Kota Langsa menjadi salah satu lokasi pembelajaran dan visitasi,” ujar Suhartini saat membacakan sambutan Wali Kota.

Menurutnya, kepemimpinan adaptif sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai perubahan dan situasi krisis. Seorang pemimpin dituntut mampu membaca perubahan, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta menggerakkan seluruh sumber daya untuk mencapai tujuan bersama.

Suhartini mengatakan, pemulihan pascabencana tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, media, relawan hingga masyarakat.

“Resiliensi daerah bukan hanya kemampuan untuk bangkit setelah bencana, tetapi juga kemampuan belajar dari setiap krisis untuk membangun sistem yang lebih kuat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusjar SKMK LAN RI Aceh Said Fadhil, S.IP, MM, melalui Kepala Bagian Umum Edi Saputra, SH, MH, menyebutkan PKN Tingkat II Angkatan 25 Tahun 2026 diikuti 63 peserta. Sebanyak 32 peserta melakukan visitasi di Kota Langsa.

Edi menjelaskan, Kota Langsa bersama Kabupaten Aceh Tamiang dipilih sebagai lokus karena dinilai memiliki pengalaman dan praktik baik dalam penanganan serta pemulihan pascabencana.

“Kami melihat Langsa dan Tamiang sebagai best practice dan lesson learned bagi peserta untuk mempelajari bagaimana pemerintah berkolaborasi dengan masyarakat dan dunia usaha dalam memulihkan kondisi daerah,” ungkapnya.

Selama visitasi, peserta tidak hanya menggali informasi melalui dokumen dan narasumber, tetapi juga mengikuti diskusi serta pembelajaran langsung untuk memperoleh gambaran mengenai proses penanganan dan pemulihan pascabencana di Kota Langsa.

Peserta juga menyaksikan video dokumenter yang menampilkan kondisi pascabencana serta berbagai langkah penanganan dan pemulihan yang dilakukan Pemko Langsa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, antara lain Plt. Kepala BKPSDM, Kepala Bapperinda, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Gampong, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas PUPR dan Pertanahan, Dinas Komunikasi, Informasi Digital dan Perpustakaan, perwakilan Kantor Imigrasi Kelas II Langsa, Direktur PT Pekola Perseroda serta para alumni pelatihan kepemimpinan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA