Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, S.Sos., M.Sc., Ph.D., didampingi Region Head PTPN IV Regional VI Yudhi Cahyadi foto bersama. Kota Langsa – Masa depan perkebunan sawit nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan korporasi, tetapi juga oleh keberpihakan terhadap petani rakyat dan penguatan kolaborasi dengan dunia akademik.
Semangat tersebut mengemuka dalam kuliah umum, bedah buku, sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PTPN IV PalmCo dan Universitas Samudra (Unsam), Selasa (1/9/2026).
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, hadir langsung memberikan kuliah umum sekaligus memimpin roadshow bedah buku bertajuk “Ekosistem Kebun Negara untuk Petani Sawit dan Rakyat” di lingkungan Universitas Samudra.
Buku “Ekosistem Kebun Negara untuk Petani Sawit dan Rakyat” merupakan karya Arya Sandhiyudha, S.Sos., M.Sc., Ph.D., yang merupakan Direktur Holding Perkebunan (HK) PalmCo.
Dalam kegiatan tersebut, Mustika Putra Rokan, S.H., M.H., dipercaya sebagai moderator. Sementara itu, tiga narasumber turut membedah berbagai gagasan dan pemikiran yang dituangkan dalam buku tersebut, yakni Dr. Cristhian Orchard Parangin-angin, S.H., M.Kn., selaku Kepala Divisi HPS dan Manajemen Aset PalmCo; Dr. M. Iqbal Asnawi, S.H., M.H., dari Fakultas Hukum Universitas Samudra; serta Abdul Muthalib, S.P., selaku Kepala Divisi PSR dan Plasma PalmCo.
Turut hadir Region Head (RH) PTPN IV Regional 6 Yudhi Cahyadi beserta jajaran dan staf, Wakil Rektor Bidang Ekonomi Unsam Prof. Dr. Drs. Muhammad Natsir, serta Dekan, Wakil Dekan, para kepala bidang dan sekretaris, koordinator program studi, jajaran Humas PTPN IV Regional 6, Ketua BEM, UKM, serta sejumlah jurnalis.
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempertemukan perspektif dunia usaha dan akademisi dalam membahas pengelolaan perkebunan negara, perlindungan petani sawit rakyat, serta masa depan industri sawit Indonesia.
Penandatanganan MoU antara PTPN IV PalmCo dan Universitas Samudra turut dihadiri jajaran manajemen PTPN IV Regional VI yang membawahi wilayah operasional Langsa dan Aceh.
Kehadiran manajemen regional tersebut sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun sinergi dengan perguruan tinggi.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, S.Sos., M.Sc., Ph.D., saat memberikan kuliah umum di UNSAM Langsa.
Dalam kuliah umumnya, Arya Sandhiyudha menguraikan berbagai gagasan strategis yang termuat dalam buku tersebut, mulai dari aspek hukum, tanggung jawab sosial BUMN perkebunan, hingga pentingnya keberadaan kebun negara sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia juga menyoroti konsep “efek gravitasi kebun negara” yang berkaitan dengan keberadaan sekitar 42 persen petani sawit rakyat, implementasi amanat Pasal 33 UUD 1945, formula kemitraan inti-plasma, serta upaya memperkuat kedaulatan dan perlindungan terhadap hak-hak petani.
“Kami ingin memastikan keberadaan kebun negara tidak hanya untuk korporasi, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan petani rakyat,” ujar Arya.
Menurutnya, keberadaan perkebunan negara harus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, terutama melalui kemitraan, pemberdayaan, peningkatan kapasitas petani, dan pembangunan ekosistem sawit yang berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Samudra, Prof. Muhammad Nasir, S.H., M.H., menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan PTPN IV PalmCo dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan.
“Semoga dengan adanya MoU ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan program pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kebun negara di Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Universitas Samudra, Syahrizal Usmansyah, S.E., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan akademisi untuk memahami secara lebih luas berbagai tantangan sekaligus peluang dalam pengelolaan perkebunan sawit nasional.
Menurutnya, forum akademik semacam ini penting karena mempertemukan berbagai perspektif dalam melihat masa depan industri perkebunan Indonesia.
“Forum akademik seperti ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan perspektif hukum, ekonomi, dan pembangunan dalam melihat masa depan industri perkebunan nasional,” ungkapnya.
Melalui kuliah umum, bedah buku, dan MoU tersebut, PTPN IV PalmCo dan Universitas Samudra diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama secara administratif, tetapi mampu melahirkan program konkret yang berdampak bagi pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan petani sawit rakyat di Aceh.
Tidak ada komentar