Tim medis PMR PMI Unit SMKN 3 Langsa evakuasi korban luka berat untuk dibawa ke Rumah Sakit terdekat pada simulasi promosi organisasi saat MPLS, Jumat (17/7/2026). Kota Langsa – Suasana panggung promosi organisasi pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 3 Langsa, Jumat (17/7/2026), mendadak berubah dramatis. Palang Merah Remaja Palang Merah Indonesia (PMR PMI) Unit SMKN 3 Langsa sukses menyuguhkan atraksi teatrikal simulasi evakuasi korban perang yang memukau ratusan peserta didik baru.
Penampilan diawali dengan adegan dua kelompok yang terlibat konflik bersenjata. Dentuman efek suara dan aksi saling baku tembak menggambarkan situasi peperangan yang mencekam hingga menyebabkan banyak korban berjatuhan di medan konflik.
Di tengah kepanikan, terdengar permintaan bantuan kepada petugas kemanusiaan. Tak lama kemudian, Tim Palang Merah Remaja (PMR) Unit SMKN 3 Langsa bersama petugas PMI tiba di lokasi untuk menjalankan misi kemanusiaan.
Dengan sigap, mereka melakukan asesmen, memberikan pertolongan pertama, menghentikan perdarahan, memasang pembidaian, hingga mengevakuasi para korban sesuai tingkat cedera.
Korban dengan luka ringan dipapah menuju tempat aman. Korban luka sedang dievakuasi menggunakan tandu, sedangkan korban luka berat mendapatkan penanganan khusus sebelum dibawa menggunakan ambulans PMI ke rumah sakit terdekat agar segera memperoleh perawatan intensif.

Kegiatan PMR PMI Unit SMKN 3 Langsa simulasi evakuasi korban konflik saat MPLS.
Setiap adegan diperankan dengan penuh penghayatan, disiplin, dan kerja sama yang baik. Penampilan para anggota PMR yang profesional berhasil menghadirkan suasana layaknya operasi penyelamatan di lokasi bencana maupun daerah konflik.
Aksi tersebut pun mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan panjang dari para peserta MPLS serta dewan guru.
Selain menjadi hiburan edukatif, simulasi tersebut juga memperkenalkan peran nyata PMR sebagai organisasi kemanusiaan yang mengedepankan kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemampuan memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat.
Kepala SMKN 3 Langsa Halimahtussakdiah, menyampaikan bahwa panggung promosi MPLS menjadi ruang bagi seluruh organisasi siswa untuk menunjukkan eksistensi, prestasi, dan kontribusinya kepada peserta didik baru.

Tim medis evakuasi korban memakai tandu.
“Panggung promosi ini menjadi ajang bagi setiap organisasi di SMKN 3 Langsa untuk memperkenalkan program dan aktivitasnya. Kami berharap para peserta didik baru dapat memilih organisasi sesuai minat, bakat, kemampuan, dan potensi yang dimiliki, sehingga mereka dapat berkembang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Penampilan PMR PMI Unit SMKN 3 Langsa menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian pada rangkaian MPLS tahun ini.
“Simulasi yang sarat nilai kemanusiaan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi peserta didik baru untuk menumbuhkan semangat kepedulian dan pengabdian kepada sesama sejak dini,” ungkapnya.

PMR PMI Unit SMKN 3 Langsa foto bersama Pelatih.
Pembina PMR PMI Unit SMKN 3 Langsa Rinda Novani mengatakan, penampilan teatrikal ini merupakan media edukasi untuk mengenalkan tugas dan fungsi PMR kepada peserta didik baru.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PMR bukan sekadar organisasi sekolah, tetapi wadah pembinaan generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan, disiplin, tanggap darurat, dan siap membantu sesama kapan pun dibutuhkan. Kami berharap semakin banyak siswa yang bergabung dan menjadi relawan muda yang peduli terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMR PMI Unit SMKN 3 Langsa Farisya Almedina saat didampingi seniornya Puja Naurah Syiva, mengaku bangga atas kekompakan seluruh anggota yang telah mempersiapkan penampilan tersebut.

Para Pembina Organisasi yang ada di SMKN 3 Langsa.
“Latihan yang kami jalani selama ini akhirnya membuahkan hasil. Kami ingin memberikan penampilan terbaik sekaligus mengajak teman-teman baru untuk bergabung bersama PMR agar dapat belajar keterampilan pertolongan pertama, kepemimpinan, dan kerja sama tim,” katanya.
Hal senada disampaikan Pelatih PMR PMI Unit SMKN 3 Langsa Kak Eki yang menurutnya, simulasi yang ditampilkan mengacu pada prosedur dasar pertolongan pertama dan evakuasi korban.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memberikan gambaran bahwa setiap anggota PMR harus siap menghadapi berbagai kondisi darurat. Kemampuan teknis harus dibarengi dengan rasa kemanusiaan, keberanian, dan tanggung jawab,” pungkasnya.
Tidak ada komentar