Perkuat Sinergi Ulama dan Umara, Halaqah Ulama Dayah 2026 Kawal 22 Program Unggulan Kota Langsa

waktu baca 3 menit
Selasa, 7 Jul 2026 12:31 49 Redaksi

Kota Langsa – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa terus memperkokoh sinergi antara ulama dan umara sebagai pilar utama dalam mewujudkan pembangunan yang religius, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Halaqah Ulama dan Pimpinan Dayah Tahun 2026 yang menjadi forum strategis dalam mengawal implementasi 22 Program Unggulan Wali Kota Langsa.

Kegiatan bertema “Dengan Halaqah Kita Wujudkan 22 Program Wali Kota” itu dibuka secara resmi oleh Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., yang diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Langsa, Al Azmi, S.STP., M.A.P., di Aula Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Langsa, Selasa (7/7/2026).

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Al Azmi, ditegaskan bahwa kolaborasi erat antara ulama dan pemerintah merupakan fondasi penting dalam membangun Kota Langsa yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman.

“Pemerintah Kota Langsa meyakini bahwa sinergi ulama dan umara merupakan kunci keberhasilan pembangunan. Melalui kebersamaan, kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sektor pendidikan, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas sosial, serta mewujudkan Kota Langsa yang religius, maju, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menambahkan, halaqah bukan sekadar forum silaturahmi atau diskusi keagamaan, melainkan wadah strategis untuk menghimpun gagasan, pemikiran, dan rekomendasi para ulama sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan umat.

Pemerintah Kota Langsa berharap forum ini mampu melahirkan berbagai rekomendasi konstruktif yang dapat memperkuat pelaksanaan 22 Program Unggulan Wali Kota, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membawa keberkahan bagi pembangunan daerah.

Melalui kesempatan tersebut, Al Azmi juga mengajak seluruh ulama, pimpinan dayah, dan elemen masyarakat untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi antara ulama dan pemerintah, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Langsa yang religius, adil, sejahtera, dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Langsa, Tgk. H. Shalahuddin, S.Ud., menjelaskan bahwa Halaqah Ulama Dayah Tahun 2026 merupakan ikhtiar bersama dalam memperkuat peran strategis ulama sebagai mitra pemerintah melalui sumbangsih pemikiran, nasihat, dan rekomendasi bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, halaqah dirancang sebagai forum ilmiah yang menghidupkan tradisi musyawarah di kalangan ulama untuk mengkaji berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan secara berkesinambungan.

“Halaqah ini diharapkan mampu membentuk pribadi muslim yang utuh, memperkuat karakter Islami, memperluas wawasan keislaman, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para ulama, pimpinan dayah, dan seluruh peserta,” ungkapnya.

Selain memperdalam pemahaman agama, forum tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan akhlakul karimah, memperkuat persatuan umat, serta mendorong pengamalan ilmu yang memberi kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat dan daerah.

Di tempat yang sama, Sekretaris MPU Kota Langsa, Armia, SP, selaku Ketua Panitia, menyampaikan bahwa Halaqah Ulama Dayah Tahun 2026 diikuti oleh 15 pimpinan dayah dari berbagai wilayah di Kota Langsa.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Tgk. H. Salahuddin Muhammad, S.Ud., M.H. dan Tgk. Faisal Syahkubat, M.A., yang membahas berbagai isu strategis terkait pembangunan daerah berbasis nilai-nilai Islam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Baitul Mal Kota Langsa, Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Bappeda Kota Langsa, para pimpinan dayah, serta seluruh panitia penyelenggara.

Melalui Halaqah Ulama Dayah Tahun 2026, Pemerintah Kota Langsa berharap sinergi yang semakin erat antara ulama dan umara dapat menjadi kekuatan utama dalam mengawal pelaksanaan 22 Program Unggulan Wali Kota.

Dengan demikian, pembangunan Kota Langsa tidak hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan, membangun karakter masyarakat, serta mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh warga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA