Crue Sanggar Banda Beutari foto bersama Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE dan Ibu Wali Kota Langsa Ny Devi Sentana serta Kepala Disporapar dan Ekraf Kota Langsa. Kota Langsa – Gemerlap panggung Gelar Melayu Serumpun (GeMeS) IX Tahun 2026 di Lapangan Merdeka Medan menjadi saksi bagaimana talenta seni dari Kota Langsa mampu memikat ribuan pasang mata.
Di tengah kemeriahan festival budaya yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara, crue Sanggar Banda Beutari (SBB) Kota Langsa tampil penuh percaya diri, menyuguhkan pertunjukan yang memancarkan keindahan budaya Melayu.
Perhelatan budaya tahunan yang berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juni 2026 itu menjadi ruang perjumpaan lintas budaya sekaligus panggung bergengsi bagi para seniman Melayu.
Di antara banyaknya delegasi yang hadir, penampilan Sanggar Banda Beutari Kota Langsa berhasil mencuri perhatian. Gerak tari yang anggun dipadukan dengan lantunan lagu Melayu yang merdu mengundang tepuk tangan panjang dari para penonton.
Sanggar Banda Beutari Kota Langsa yang diketuai Ny. Devi Sentana kembali membuktikan komitmennya dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan seni budaya Melayu ke panggung yang lebih luas.
Penampilan para penari dan pemusik menjadi representasi kekayaan budaya Kota Langsa yang mampu bersaing di ajang bertaraf nasional hingga internasional.

Bendahara Sanggar Banda Beutari Kota Langsa, Wieke Liyendawari, SE, MM, saat dikonfirmasi media, Minggu (5/7/2026), membenarkan bahwa seluruh penari dan pemusik tampil maksimal di atas panggung GeMeS.
“Alhamdulillah, penampilan seluruh crue berjalan sangat baik. Sambutan penonton luar biasa, bahkan mereka memberikan tepuk tangan yang meriah sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan kami,” ujarnya.
Tak hanya datang untuk tampil, rombongan Sanggar Banda Beutari juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berlibur sembari menikmati suasana Kota Medan.
Di sela-sela rangkaian kegiatan, mereka menghabiskan waktu bersama menikmati secangkir kopi dan beragam kuliner khas Medan, mempererat kebersamaan sekaligus membawa pulang pengalaman budaya yang berharga.
Wieke juga menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan para penari dan pemusik selama mengikuti GeMeS dipenuhi sepenuhnya oleh Sanggar Banda Beutari, mulai dari transportasi, konsumsi hingga penginapan.

“Dukungan tersebut diberikan agar seluruh anggota dapat tampil fokus dan memberikan penampilan terbaik di atas panggung,” paparnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra dan Ibu Wali Kota Langsa Ny Devi Sentana atas dukungan dan supportnya yang luar biasa diberikan terhadap pengembangan seni dan budaya daerah.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh crue, penari, penyanyi, serta semua pihak yang telah bekerja keras hingga Sanggar Banda Beutari mampu tampil membanggakan.
Wieke menambahkan, bahwa keikutsertaan Sanggar Banda Beutari pada GeMeS IX bukan sekadar menghadirkan pertunjukan seni. Lebih dari itu, mereka membawa nama baik Kota Langsa sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat yang lebih luas.
“Dari panggung GeMeS di Medan, semangat pelestarian budaya kembali digaungkan, membuktikan bahwa seni tradisi akan terus hidup selama ada generasi yang mencintai dan merawatnya,” pungkasnya.
Tidak ada komentar