IPNews.id – RIAU |Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Jajaran Polsek Kampar di bawah kepemimpinan Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid, SH kembali menggelar kegiatan penanaman jagung pipil bersama masyarakat di Desa Simpang Petai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di lahan milik Kelompok Wanita Tani (KWT) “Bahagia”, sebagai bentuk sinergi antara Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung program strategis pemerintah menuju kemandirian pangan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Kampar diwakili oleh Kanit Sabhara IPTU Taufik Hidayat. Hadir pula Penjabat Kepala Desa Simpang Petai Syamsu Kamar, SKM, Kanit Binmas IPTU Juli Suprial Ritonga, LO Kecamatan Rumbio Jaya Haris, Bhabinkamtibmas Desa Simpang Petai Bripka Fahri Rahman, Ketua KWT “Bahagia” Asminar, Koordinator BPP Kecamatan Rumbio Jaya Ijah Suryanti, SP, Penyuluh Pertanian Lapangan Ratna Dewi, SP, perangkat desa, personel Polsek Kampar, serta mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN).
Penanaman dilakukan di atas lahan seluas 0,5 hektare menggunakan 5 kilogram bibit jagung pipil pada lahan mineral dengan jarak tanam 40 x 60 sentimeter. Program ini dibiayai melalui Dana Desa (DD) sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.
Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid, SH menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai mitra pembangunan yang mendukung berbagai program pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, keterlibatan Polri bersama pemerintah desa, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan di daerah.
Ketua Kelompok Wanita Tani “Bahagia”, Asminar, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Polsek Kampar. Ia berharap pendampingan yang dilakukan aparat kepolisian dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan semangat para petani, khususnya kaum perempuan, dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Berdasarkan data lapangan, tanaman jagung pipil tersebut diperkirakan memasuki masa panen setelah sekitar 120 hari, dengan target panen pada 20 November 2026. Hasil panen nantinya diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat cadangan pangan di Kabupaten Kampar.
Program penanaman jagung ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang terus didorong pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan. Kehadiran Polsek Kampar di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga aktif mengambil peran dalam pembangunan nasional melalui sektor pertanian.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, gotong royong, serta semangat membangun desa. Hingga kegiatan berakhir, situasi tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kuatnya sinergitas antara Polri, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh serta berkelanjutan di Kabupaten Kampar.
Tidak ada komentar