Perkuat Penanganan Diabetes Melitus, Prodi Kebidanan Langsa Perluas Kemitraan Strategis dengan Stakeholder

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Jul 2026 17:58 13 Redaksi

Kota Langsa – Program Studi (Prodi) D-III Kebidanan Langsa Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aceh terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing melalui perluasan kemitraan strategis.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama berbagai stakeholder di Kota Langsa sebagai langkah mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menjawab tantangan kesehatan masyarakat, khususnya penanganan Diabetes Melitus (DM), Jumat (24/7/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi bagian penting dari implementasi visi dan misi Prodi Kebidanan Langsa yang mulai diberlakukan sejak 2025. Melalui kemitraan ini, institusi berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan berbagai mitra dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Prodi D-III Kebidanan Langsa, Cut Mutiah, SST., M.Keb, mengatakan kerja sama yang dibangun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan fondasi strategis dalam mewujudkan visi institusi sebagai pusat pendidikan kebidanan yang unggul di bidang promotif dan preventif pada kesehatan ibu dan anak, termasuk penanganan Diabetes Melitus.

“MoU ini menjadi landasan hukum dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pencegahan Diabetes Melitus. Kami ingin menghasilkan lulusan yang profesional, berdaya saing global, dan berkarakter Islami,” ujar Cut Mutiah.

Transformasi Fokus Menjawab Tantangan Kesehatan

Cut Mutiah menjelaskan, Prodi Kebidanan Langsa telah melakukan transformasi arah kebijakan sejak tahun 2025. Jika sebelumnya pada 2024 institusi lebih berfokus pada pelayanan kebidanan dalam penanggulangan bencana, kini orientasi pengembangan diarahkan pada upaya promotif dan preventif dalam penanganan Diabetes Melitus pada kesehatan ibu dan anak hingga tahun 2029.

Perubahan tersebut didasarkan pada meningkatnya kasus Diabetes Melitus yang menjadi tantangan serius di Aceh, termasuk di Kota Langsa.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah kasus Diabetes Melitus di Kota Langsa mengalami peningkatan dari 120.415 kasus pada 2024 menjadi 121.371 kasus pada 2025, dengan jumlah penderita didominasi perempuan sebanyak 61.313 kasus.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kami. Oleh karena itu, penguatan kompetensi calon bidan dalam pencegahan, deteksi dini, dan edukasi Diabetes Melitus menjadi bagian penting dari kurikulum pendidikan,” jelasnya.

Perkuat Pendidikan, Riset dan Pengabdian Masyarakat

Melalui kerja sama tersebut, Prodi Kebidanan Langsa akan memperluas jejaring praktik mahasiswa pada fasilitas pelayanan kesehatan yang mendukung penguatan kompetensi penanganan Diabetes Melitus.

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan penelitian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Diabetes Melitus, khususnya pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak.

Tak hanya aspek akademik, Prodi Kebidanan Langsa juga terus menanamkan nilai-nilai Akhlakul Karimah melalui pembentukan karakter Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah sebagai dasar etika pelayanan kebidanan yang profesional.

Komitmen Tata Kelola yang Akuntabel

Penandatanganan MoU tersebut juga menjadi bukti komitmen Prodi Kebidanan Langsa dalam menerapkan tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan sesuai Rencana Strategis (Renstra) yang telah ditetapkan.

Melalui sinergi yang semakin luas dengan berbagai stakeholder, Prodi Kebidanan Langsa optimistis mampu melahirkan Ahli Madya Kebidanan yang tidak hanya kompeten dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi tantangan kesehatan global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islami.

“Melalui langkah strategis ini, Prodi Kebidanan Langsa terus memantapkan posisinya sebagai institusi pendidikan kebidanan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan kesehatan masyarakat. Harapan kami, kolaborasi ini dapat berkontribusi nyata dalam menekan risiko Diabetes Melitus dan mewujudkan masyarakat Aceh yang lebih sehat,” pungkas Cut Mutiah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA