“Jemput Bola” Mendengar Luka, Chairul Raih Juara II Lomba Karya Jurnalistik LPSK

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 15:29 54 Redaksi

Kota Langsa – Jurnalis asal Langsa, Chairul, kembali meraih prestasi dalam lomba karya jurnalistik. Kali ini, karya feature berjudul “Jemput Bola” Mendengar Luka berhasil meraih Juara II kategori Jurnalis/Wartawan/Insan Pers pada Lomba Menulis LPSK Perwakilan Medan periode 19 Mei hingga 19 Juli 2026.

‎Pengumuman pemenang disampaikan melalui akun Instagram LPSK Perwakilan Medan, Sabtu (8/8/2026). Dalam kategori tersebut, Juara I diraih Zaim Dzaky Sanjaya dari Mimbar Umum Online, Juara II Chairul dari AJNN, sedangkan Juara III diraih Deddi Gunawan Hutajulu dari DailyKlik Sementara Raihan Putri dari LPP RRI Medan meraih juara harapan.

‎Karya Chairul mengangkat kisah Nazaruddin, Relawan Sahabat Saksi dan Korban (SSK) LPSK wilayah Aceh, yang selama beberapa tahun mendampingi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Langsa, Aceh Tamiang hingga Aceh Timur.

‎Melalui tulisan tersebut, Chairul menggambarkan pola pendampingan yang dilakukan Nazaruddin dengan mendatangi langsung rumah korban atau menggunakan pendekatan “jemput bola”.

‎Tulisan itu tidak hanya mengangkat proses pendampingan dari sisi hukum, tetapi juga sisi kemanusiaan yang dihadapi pendamping ketika berhadapan dengan korban yang masih mengalami trauma dan belum siap menceritakan kejadian yang dialaminya.

‎Dalam tulisannya, Chairul juga menggambarkan bagaimana pendamping harus membangun kepercayaan korban secara perlahan, bahkan terkadang hanya dengan duduk menemani tanpa banyak bertanya.

‎Penghargaan dari LPSK tersebut bukan menjadi kemenangan pertama yang diraih Chairul dalam lomba karya jurnalistik. Sebelumnya, pada 2025, ia juga telah meraih Juara III kategori karya tulis media online dalam lomba Beritain BPJS Kesehatan 2025 wilayah Aceh-Sumatera Utara.

‎Saat itu, Chairul memenangkan lomba melalui karya berjudul “Satu Dekade JKN Mengabdi Tanpa Batas, Temani Kaminah di Pelosok Negeri”. Tulisan tersebut mengangkat kisah Kaminah, seorang petani di pedalaman Aceh Timur yang telah memanfaatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama 11 tahun.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA