Bea Cukai Langsa, Penjaga Gerbang Negara yang Tak Pernah Lelah

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Jul 2026 04:10 29 Redaksi

Kota Langsa – Dibalik lancarnya aktivitas ekonomi dan aman terkendalinya peredaran barang di wilayah timur Aceh, ada kerja senyap yang jarang terlihat publik.

Siang dan malam, para petugas Bea Cukai Langsa berdiri di garis depan menjaga pintu masuk negara, mengawasi lalu lintas barang, sekaligus memastikan penerimaan negara tetap mengalir demi mendukung pembangunan.

Kepala Bea Cukai Langsa Dwi Harmawanto Rabu (8/7/2026) pada awak media melalui rilis resmi menyampaikan bahwa sepanjang Semester I Tahun 2026, dedikasi itu membuahkan hasil yang membanggakan. Bea Cukai Langsa mencatat realisasi penerimaan negara sebesar Rp261,57 juta, atau mencapai 136,51 persen dari target penerimaan tahun 2026.

“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengawasan yang efektif mampu berjalan beriringan dengan pelayanan yang profesional,” ucap Dwi.

Menariknya, keberhasilan itu diraih meski wilayah kerja Bea Cukai Langsa tidak memiliki aktivitas impor maupun ekspor yang tinggi.

Optimalisasi penerimaan justru diperoleh melalui penegakan hukum dengan mekanisme Ultimum Remedium (UR), sebuah pendekatan yang mengedepankan pemenuhan kewajiban kepada negara melalui penyelesaian administratif sebelum menempuh jalur pidana.

“Langkah ini dinilai lebih efektif karena mampu memulihkan kerugian negara secara cepat sekaligus memberikan kepastian hukum,” tegasnya.

Dwi juga mengatakan bahwa tak hanya menjaga penerimaan negara, Bea Cukai Langsa juga menunjukkan ketegasan dalam memberantas peredaran barang ilegal.

Selama enam bulan pertama tahun ini, petugas berhasil mengamankan 351.080 batang rokok ilegal dengan estimasi nilai barang sekitar Rp560,81 juta dan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp369,20 juta.

“Komitmen dalam memerangi kejahatan juga terlihat dari keberhasilan mengungkap dua kasus narkotika dengan barang bukti sekitar 160.000 gram/160 kilogram methamphetamine,” paparnya.

Dwi menambahkan, seluruh barang bukti kemudian diserahkan kepada BNN Kota Langsa untuk proses hukum lebih lanjut sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Perhatian Bea Cukai Langsa tidak berhenti pada aspek ekonomi dan penegakan hukum. Dalam operasi kepabeanan, petugas juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan satwa liar yang dilindungi ke luar negeri.

Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus komitmen menjalankan ketentuan konservasi nasional dan internasional.

Di sisi lain, Bea Cukai Langsa terus hadir sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui pembinaan UMKM dan pendampingan bagi perusahaan penerima fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), institusi ini mendorong pelaku usaha agar semakin kompetitif dan mampu menembus pasar ekspor.

“Peran tersebut menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang investasi di wilayah Aceh,” ujarnya.

Kinerja positif Semester I Tahun 2026 menunjukkan bahwa Bea Cukai Langsa bukan sekadar institusi pemungut penerimaan negara. Lebih dari itu, mereka menjadi garda terdepan yang menjaga keamanan, melindungi kekayaan hayati, memberantas penyelundupan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan semangat profesionalisme, integritas, dan kolaborasi bersama aparat penegak hukum serta seluruh pemangku kepentingan, Bea Cukai Langsa terus membuktikan bahwa menjaga gerbang negara bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, kepastian hukum, dan harapan bagi kemajuan bangsa,” tutup Dwi Harmawanto.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA