Kota Langsa – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Langsa mulai memperkuat struktur organisasi di tingkat kecamatan sebagai bagian dari konsolidasi menghadapi agenda politik mendatang.
Langkah itu ditandai dengan pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) serta Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-Kota Langsa, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Liqa Kupi, Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baro, tersebut digelar dalam dua agenda. UKK calon Ketua DPAC dan dilanjutkan Musancab.
Tim penguji dari DPW PKB Aceh, Jafaruddin, S.IP, hadir bersama jajaran DPC PKB Kota Langsa, unsur Dewan Syura dan para calon pengurus DPAC.
Ketua DPC PKB Kota Langsa, Chaidir Toweren, mengatakan bahwa konsolidasi tersebut menjadi momentum untuk menyatukan berbagai latar belakang kader dalam satu barisan organisasi.
“PKB Kota Langsa yang ada hari ini dengan gaya berbeda. Hadir dari berbagai warna, melebur menjadi satu di warna hijau,” ujar Chaidir.
Ia menyebutkan bahwa PKB tidak ingin menetapkan target politik secara berlebihan. Namun, partai tetap harus memiliki target yang realistis dan terukur, termasuk membuka peluang memperoleh keterwakilan di DPRK Langsa.
“Kita tak perlu menargetkan terlalu melambung. Cukup pecah telur, kalau Allah SWT mengizinkan, kita juga siap bila diberi satu fraksi,” katanya sembari tersenyum.
Pernyataan tersebut menempatkan penguatan struktur DPAC sebagai salah satu langkah strategis PKB Langsa untuk membangun basis organisasi hingga tingkat kecamatan.
“Struktur tersebut diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjadi penggerak kegiatan partai sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat,” ungkapnya optimis.
Sementara itu, Jafaruddin dalam orasi politiknya meminta kader PKB tidak berkecil hati menghadapi dinamika politik.
Menurutnya, perubahan peta politik dapat terjadi ketika partai mampu memperkuat struktur, melakukan konsolidasi dan membangun kepercayaan masyarakat.
“Tidak ada yang tidak mungkin dalam politik,” tegas Jafaruddin.
Ia juga menyampaikan bahwa perkembangan politik di sejumlah daerah menunjukkan partai yang sebelumnya belum memiliki kursi di parlemen dapat berkembang dan memperoleh keterwakilan hingga membentuk fraksi.
Karena itu, Jafaruddin mendorong para calon Ketua DPAC dan kader PKB Langsa untuk membangun kerja organisasi secara konsisten serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
UKK menjadi tahapan untuk mengukur kesiapan calon Ketua DPAC, sedangkan Musancab menjadi forum organisasi untuk memperkuat dan melengkapi kepengurusan DPAC periode 2026–2031.
Dengan terbentuknya kepengurusan DPAC di seluruh kecamatan, PKB Langsa kini menghadapi pekerjaan lanjutan, memastikan konsolidasi organisasi tersebut benar-benar berjalan di lapangan.
“Target “pecah telur” yang disampaikan Chaidir bukan sekadar slogan internal. Target itu menjadi arah konsolidasi PKB Langsa untuk membangun basis politik dan mengejar keterwakilan di DPRK pada momentum pemilu mendatang,” pungkasnya.
Tidak ada komentar