Jadup Tahap II Termin II Segera Disalurkan

waktu baca 3 menit
Senin, 21 Sep 2026 21:07 2790 Redaksi

Kota Langsa – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa kembali menyalurkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) tahap II termin kedua bagi korban bencana banjir. Bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI tersebut menyasar 24.203 jiwa dari 11.738 kepala keluarga (KK) dengan total nilai mencapai Rp32.674.050.000.

Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung mulai Rabu, 23 September hingga 29 September 2026 melalui Kantor Pos Indonesia Cabang Langsa.

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, SE, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan silaturahmi dan temu ramah bersama insan pers di Edukasi Cafe, Gampong Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama, Senin (21/9/2026).

Jeffry menjelaskan, setiap penerima memperoleh bantuan Jadup sebesar Rp1.350.000 per jiwa. Dengan jumlah penerima sebanyak 24.203 jiwa, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp32,674 miliar.

“Ini menyangkut penyaluran jaminan hidup tahap II termin dua. Pada beberapa waktu lalu sudah kita salurkan dan tersalur kurang lebih 31.772 KK. Namun masih ada yang belum mendapatkan secara lengkap,” kata Jeffry.

Menurutnya, bantuan penanganan korban bencana tersebut terdiri atas beberapa bentuk, yakni bantuan perabot atau isi hunian, stimulan ekonomi, serta jaminan hidup.

Secara akumulatif, warga penerima sebelumnya juga telah memperoleh bantuan untuk kebutuhan isi hunian dan stimulan ekonomi dengan nilai total hingga Rp8 juta, sesuai skema bantuan yang telah ditetapkan.

Jadup Tahap III Diusulkan untuk 74.688 Jiwa

Selain menuntaskan penyaluran Jadup tahap II, Pemko Langsa juga telah mengusulkan bantuan Jadup tahap III bagi korban banjir.

Jeffry menyebutkan, Pemko Langsa awalnya mengajukan sebanyak 23.869 KK kepada Satgas PRR. Setelah dilakukan pemadanan data oleh Pusdatin Kemendagri, jumlah tersebut menjadi 23.261 KK dengan total 74.688 jiwa.

Data tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Kemensos RI untuk dilakukan verifikasi melalui Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Hasil verifikasi nantinya menjadi dasar penetapan calon penerima bantuan Jadup, stimulan ekonomi dan isi hunian tahap III di Kota Langsa.

“Inilah yang sudah ditempuh Pemko Langsa untuk usulan Jadup bagi korban banjir pada tahun lalu. Kami berharap masyarakat dapat bersabar menunggu hasilnya. Insya Allah, bantuan pasti tersalurkan,” ujar Jeffry.

Banpres UMKM Capai 8.000 Pendaftar

Pemko Langsa juga membuka program bantuan usaha bagi masyarakat terdampak banjir melalui program Bantuan Presiden (Banpres).

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman banpres.langsakota.go.id dan telah dibuka sejak 9 September hingga 29 September 2026.

Jeffry mengatakan, hingga saat ini sudah sekitar 8.000 pelaku UMKM yang mendaftarkan diri. Pemko Langsa memiliki kuota sebanyak 8.950 UMKM, dengan nilai bantuan sebesar Rp3 juta per UMKM.

“Kami hanya mengajukan sesuai dengan jumlah yang mendaftar. Saat ini sudah sekitar 8.000-an pelaku UMKM yang mendaftar, sementara kuota Kota Langsa sebanyak 8.950 UMKM,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai program bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu pemulihan masyarakat yang terdampak bencana, baik untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan temu ramah tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Langsa Melvita Sari, SAB, Sekretaris Daerah Kota Langsa Dra Suhartini MPd, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemerintahan Gampong Kota Langsa Darma Putra, SP, Asisten I Pemko Langsa Al-Azmi, S.STP, M.AP, Asisten II Hendri Seonandar, S.STP, MSP, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian serta Perpustakaan Yusrizal Andria, S.STP, serta sejumlah kepala OPD dan camat se-Kota Langsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA