WWF Akui Komitmen Aksi Iklim Kota Langsa, Ikut Dorong Transisi Energi Berkeadilan

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 14:11 186 Redaksi

Kota Langsa – Komitmen Pemerintah Kota Langsa dalam mendorong aksi perubahan iklim mendapat pengakuan dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia melalui partisipasi dalam One Planet City Challenge (OPCC) 2019–2026.

Kota Langsa tercatat sebagai salah satu daerah yang mendapat pengakuan dalam kategori “Commitment to Local Climate Action”, sebagai apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mendorong aksi iklim di tingkat lokal.

Pengakuan tersebut disampaikan dalam Forum Dialog Kebijakan Tingkat Tinggi WWF-ICLEI: Akselerasi Transisi Energi Berkeadilan dan Inklusif di Tingkat Kota dan Kabupaten, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (15/9/2026).

Forum yang diselenggarakan WWF Indonesia bersama ICLEI Indonesia dengan dukungan Uni Eropa itu membahas strategi, tantangan dan peluang dalam mempercepat transisi energi yang berkeadilan, inklusif dan berkelanjutan di tingkat daerah.

Pemko Langsa mengikuti forum tersebut bersama jajaran terkait, di antaranya Plt Kepala Bapperida Kota Langsa Riza Fahlevi, AP, MSP, Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA serta perwakilan sejumlah dinas terkait. Kegiatan berlangsung di Aula Wali Kota Langsa.

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., melalui Plt Kepala Bapperida Riza Fahlevi, menyebut pengakuan WWF menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Pemko Langsa untuk memperkuat langkah nyata menghadapi perubahan iklim.

“Ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi Kota Langsa untuk terus meningkatkan komitmen terhadap aksi iklim lokal. Ke depan, kami akan terus mendorong agar aspek lingkungan, efisiensi energi dan pembangunan berkelanjutan semakin terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurut Riza, keterlibatan Langsa dalam OPCC juga membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk belajar, berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan rendah emisi.

Ia mengatakan, meskipun kewenangan pemerintah kabupaten/kota dalam sektor energi relatif terbatas, daerah tetap dapat berkontribusi melalui sektor yang menjadi kewenangannya, seperti perencanaan pembangunan, transportasi, pengelolaan lingkungan dan sampah, efisiensi energi serta edukasi masyarakat.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah juga membahas sejumlah tantangan dalam pelaksanaan transisi energi, antara lain keterbatasan kewenangan dan kapasitas daerah, koordinasi lintas pemerintahan serta sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.

Pemko didorong mengoptimalkan berbagai peluang penurunan emisi gas rumah kaca melalui efisiensi energi, transportasi rendah emisi, pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan sampah, sektor bangunan serta perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan energi.

Selain kebijakan dan kapasitas pemerintah, keterlibatan masyarakat sipil serta pemangku kepentingan dinilai penting untuk memastikan transisi energi berjalan inklusif. Dukungan pembiayaan, penguatan kapasitas, koordinasi pusat-daerah dan sistem pelaporan yang terukur juga menjadi bagian penting dalam pencapaian target penurunan emisi.

Bagi Kota Langsa, pengakuan WWF tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan daerah dalam agenda perubahan iklim. Pemko Langsa menegaskan komitmennya untuk terus mendorong aksi iklim yang nyata, inklusif dan berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap pembangunan rendah karbon dan target iklim nasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA