Kasat Binmas Polres Langsa, AKP Budi, saat menyampaikan tausiah keagamaan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Langsa, Jumat (11/9/2026). Kota Langsa – Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Langsa bersama Dai Kamtibmas Mitra Polri menggelar yasinan dan tausiah keagamaan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Langsa, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual untuk mendorong warga binaan melakukan introspeksi, memperbaiki akhlak serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Kasat Binmas Polres Langsa, AKP Budi, mengatakan masa lalu harus dijadikan sebagai pelajaran dan bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri.
Menurutnya, setiap orang masih memiliki kesempatan untuk berubah selama mau berusaha.
“Masa lalu adalah pelajaran, bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri. Selama masih hidup, selalu ada kesempatan untuk berubah,” ujar AKP Budi.
Ia meminta warga binaan memanfaatkan masa pembinaan di Lapas dengan memperdalam ilmu agama, memperbaiki ibadah, membangun mental dan menjauhi lingkungan yang berpotensi kembali menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkoba.

AKP Budi juga mengingatkan pentingnya memilih pergaulan dan pekerjaan yang positif setelah bebas nanti. Selain itu, warga binaan diminta tidak melupakan keluarga yang selama ini tetap menaruh harapan terhadap perubahan mereka.
“Jangan kembali ke lingkungan atau pergaulan yang membawa kepada narkoba. Kalau ada kesempatan, pilih pekerjaan yang halal dan lingkungan yang baik,” katanya.
Kepala Lapas Narkotika Langsa, Anggit Yongki Setiawan, mengapresiasi kegiatan pembinaan yang digelar Binmas Polres Langsa dan Dai Kamtibmas Mitra Polri tersebut. Ia berharap kegiatan keagamaan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memperkuat keimanan dan membentuk karakter warga binaan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi momentum bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki ibadah, memperkuat keimanan serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Anggit.
Sementara itu, Abiya Mudawali, S.Ag, mengajak warga binaan mengubah cara pandang terhadap masa pembinaan. Menurutnya, Lapas bukan hanya tempat menjalani masa pidana, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk belajar dan memperbaiki diri.

“Lapas ini tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga dapat menjadi tempat untuk belajar dan memperbaiki diri, layaknya sebuah pesantren,” ujarnya.
Ia mengingatkan warga binaan yang pernah terjerumus narkoba akibat salah memilih lingkungan agar menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran. Setelah bebas, mereka diharapkan mampu memilih pergaulan yang sehat dan meninggalkan narkoba.
Ketua Dai Kamtibmas Mitra Polri, Tgk Ridwan, S.Sos, mengatakan pihaknya siap terus mendukung pembinaan warga binaan melalui kegiatan keagamaan, mental dan sosial. Ia berharap sinergi antara Lapas Narkotika Langsa, Binmas Polres Langsa dan Dai Kamtibmas dapat terus ditingkatkan.
“Semoga sinergi ini terus terjalin dan ditingkatkan. Kami siap mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, mandiri dan bertanggung jawab,” katanya.
Kegiatan yasinan dan tausiah tersebut diharapkan menjadi momentum bagi warga binaan untuk meninggalkan narkoba, memperkuat ibadah, menjaga hubungan dengan keluarga serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Tidak ada komentar