Kepala RSU Cut Meutia, dr. Hanafi Nasution, MKM, didampingi Kabag Operasional PT CMN Waluyo saat menyerahkan skuter pada perawat disalah satu ruang rawatan, Rabu (19/8/2026). Kota Langsa – Upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Di RSU Cut Meutia Langsa, sebuah skuter kini menjadi bagian dari ikhtiar sederhana untuk membuat pelayanan kepada pasien lebih cepat, efisien, dan responsif.
Rumah sakit tipe C yang berada di Jalan Garuda Nomor 1, Gampong Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Baro, Kamis (20/8/2026), mulai menyediakan skuter bagi petugas medis.
Fasilitas tersebut diberikan untuk mendukung mobilitas petugas yang harus berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya dalam memberikan pelayanan.
RSU Cut Meutia merupakan salah satu unit usaha yang dikelola PT Cut Meutia Medika Nusantara (PT CMN).
Selain rumah sakit, perusahaan tersebut juga mengelola sejumlah fasilitas kesehatan lainnya, yakni Klinik Cut Meutia (KCM 1) Kebun Baru, Klinik Utama Cut Meutia (KUCM), KCM 2 di Cot Girek, Aceh Utara, serta KCM 3 di Pulau Tiga, Aceh Tamiang.
Kepala RSU Cut Meutia, dr. Hanafi Nasution, MKM, didampingi Kabag Operasional PT CMN Waluyo menyerahkan tiga unit skuter kepada kepala bagian Laboratorium, serta perwakilan ruang Serune dan Seulanga.
Bagi rumah sakit, keberadaan skuter bukan sekadar fasilitas tambahan, ada persoalan waktu yang ingin dipangkas. Jarak antara ruang Laboratorium, Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang perawat hingga ruang pasien cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki.
Dalam situasi pelayanan kesehatan, selisih beberapa menit bisa menjadi sangat berarti. Dengan menggunakan skuter, petugas dapat bergerak lebih cepat menuju ruangan yang membutuhkan pelayanan, sehingga waktu dan tenaga dapat dihemat.
“Dengan menggunakan skuter dapat mempersingkat waktu dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kalau berjalan kaki sedikit memakan waktu karena jarak antarruang lumayan jauh,” ujar Hanapi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus melakukan pembenahan. Pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas, namun perhatian terhadap tenaga kesehatan dan karyawan juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pelayanan.
Manajemen RSU Cut Meutia menyebut perhatian terhadap karyawan tidak hanya diwujudkan melalui fasilitas pendukung pekerjaan. Karyawan juga mendapatkan bonus, tunjangan hari raya (THR), serta kenaikan gaji secara berkala.
Bagi manajemen, pelayanan yang baik tidak terlepas dari kondisi dan dukungan terhadap orang-orang yang berada di balik pelayanan tersebut.
Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, RSU Cut Meutia kini tidak hanya dikenal oleh warga Kota Langsa. Jangkauan masyarakat yang memanfaatkan pelayanan rumah sakit tersebut juga datang dari wilayah Aceh Timur, Aceh Tamiang hingga Aceh Utara.
Pertumbuhan kepercayaan itu sekaligus menjadi tantangan bagi rumah sakit untuk terus berbenah. Fasilitas ditingkatkan, mobilitas petugas diperhatikan, dan kualitas pelayanan terus didorong agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani secara lebih cepat dan nyaman.
Dari sebuah skuter yang melintas di lorong-lorong rumah sakit, terselip pesan sederhana: pelayanan kesehatan bukan hanya tentang seberapa lengkap fasilitas yang tersedia, tetapi juga tentang seberapa cepat dan sigap tenaga medis hadir ketika pasien membutuhkan.
RSU Cut Meutia pun terus melangkah dengan semangat yang sama meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat fasilitas, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Tidak ada komentar