Tim Gabungan saat evakuasi jenazah nelayan yang tenggelam, Senin (27/7/2026). Kota Langsa – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Kota Langsa akhirnya membuahkan hasil.
Setelah dua hari dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, korban bernama Muhammad Amin (42), warga Dusun Nelayan, Gampong Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Langsa dr Muhammad Yusuf Akbar, MKM menjelaskan bahwa sebelumnya korban dilaporkan hilang setelah berangkat melaut seperti biasa pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
“Hingga sore hari korban tak kunjung pulang, sehingga keluarga dan warga mulai melakukan pencarian,” jelasnya
Sekitar pukul 16.30 WIB, perahu milik korban ditemukan mengapung di laut dalam keadaan kosong. Di dalam perahu hanya ditemukan telepon genggam milik korban, sementara keberadaan Muhammad Amin tidak diketahui.
Menerima laporan tersebut, BPBD Kota Langsa bersama Basarnas, Tim SAR, Polsek Langsa Barat, Koramil Langsa Barat, Tagana Dinas Sosial, serta masyarakat setempat langsung bergerak melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban.
Memasuki hari kedua pencarian, korban akhirnya ditemukan oleh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Langsa di kawasan Babah Alu, Sungai Pauh, tepatnya di pintu alur sungai. Penemuan tersebut juga dibantu masyarakat yang turut melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
“Selanjutnya, jenazah dievakuasi menggunakan perahu menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk dimakamkan,” ujarnya.
Selama operasi pencarian, tim gabungan menggunakan satu unit Vibber Boat untuk menyisir kawasan sungai dan hutan mangrove.
Meski dihadapkan pada cuaca yang kurang bersahabat, seperti angin kencang, gelombang tinggi, serta hujan pada malam hari yang menyulitkan proses pencarian, tim tetap melanjutkan operasi hingga korban berhasil ditemukan.
“Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya TRC BPBD Kota Langsa, Basarnas, TNI, Polri, Tagana Dinas Sosial, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu membantu proses pencarian,” jelas Akbar sapaan akrabnya.
BPBD Kota Langsa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel serta masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dan kerja sama selama proses pencarian berlangsung.
Selain itu, BPBD juga mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan menggunakan pelampung, memperhatikan prakiraan cuaca, memberitahukan tujuan pelayaran kepada keluarga, serta membawa alat komunikasi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat.
“Atas musibah tersebut, BPBD Kota Langsa turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban seraya mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” pungkasnya.
Tidak ada komentar