Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan Cegah Diabetes Gestasional, Poltekkes Kemenkes Aceh Gelar Pengabdian Masyarakat

waktu baca 2 menit
Minggu, 21 Jun 2026 03:12 58 Redaksi

Kota Langsa – Poltekkes Kemenkes Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bertajuk “Pemberdayaan Kader sebagai Agen Perubahan dalam Pencegahan dan Edukasi Diabetes Gestasional di Masyarakat” yang dilaksanakan di Desa Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan sasaran utama kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bidan Desa Paya Bujok Tunong, Bd. Dita Widya, S.Keb, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kapasitas kader dalam pencegahan diabetes gestasional.

Ketua pelaksana kegiatan, Isnaini Putri, M.Kes, menyampaikan bahwa diabetes gestasional merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu hamil maupun bayi yang dikandungnya.

“Deteksi dini dan edukasi yang tepat menjadi kunci utama dalam mencegah diabetes gestasional. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali kader kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mereka mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan Pengabmas ini didukung oleh tim dosen yang terdiri atas Nurbaiti, SKM, M.Kes, Evi Zahara, SST, M.Keb, dan Ritawati, MPH, serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis komunitas.

Berbagai materi disampaikan secara interaktif, meliputi pengenalan diabetes gestasional, faktor risiko, tanda dan gejala, pentingnya skrining pada ibu hamil, pola makan sehat, aktivitas fisik selama kehamilan, hingga strategi komunikasi efektif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi, simulasi edukasi, dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang dihadapi kader dalam mendampingi ibu hamil di wilayah kerja mereka.

Bidan Desa Paya Bujok Tunong, Bd. Dita Widya, S.Keb, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena dinilai mampu meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.

“Kader memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu hamil. Dengan pengetahuan yang diperoleh hari ini, diharapkan kader dapat lebih aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan diabetes gestasional,” ungkapnya.

Antusiasme para kader kesehatan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat peran kader dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak.

Melalui kegiatan Pengabmas ini, Poltekkes Kemenkes Aceh terus berupaya memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Pemberdayaan kader kesehatan diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes gestasional, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat yang dimulai sejak masa kehamilan demi menciptakan keluarga yang lebih sehat dan bebas risiko komplikasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA