Bdn. Magfirah, SST., MPH, bersama Emilda AS, SST., MPH, saat menyampaikan materi kegiatan, Selasa (16/6/2026). Kota Langsa – Mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di masyarakat, Poltekkes Kemenkes Aceh menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pelatihan Kader tentang Aplikasi Android Early Detection Disease-Neonatus (EDD-N) dan Pencegahan Stunting” yang berlangsung di Desa Paya Bujok Tunong, Kota Langsa, pada Selasa (16/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Poltekkes Kemenkes Aceh dalam mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi sekaligus memperkuat peran kader kesehatan sebagai garda terdepan dalam pemantauan kesehatan masyarakat.
Pelatihan menghadirkan tim Dosen yang terdiri atas Bdn. Magfirah, SST., MPH, Idwar, S.Kp., M.Kes, Nora Veri, S.ST., M.Keb, dan Emilda AS, SST., MPH beserta mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan aplikasi Android Early Detection Disease-Neonatus (EDD-N) yang dirancang untuk membantu deteksi dini berbagai masalah kesehatan pada bayi baru lahir.
Magfirah menjelaskan, selain pelatihan penggunaan aplikasi, peserta juga memperoleh materi mengenai upaya pencegahan stunting yang saat ini masih menjadi salah satu fokus utama program kesehatan nasional.
“Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, pemberian ASI eksklusif, serta edukasi kesehatan kepada keluarga sebagai langkah preventif untuk mencegah stunting,” ucapnya.
Menurut tim pengabdian, pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi EDD-N dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kemampuan kader untuk melakukan skrining awal terhadap kondisi kesehatan neonatus.

“Dengan deteksi yang lebih cepat, diharapkan risiko komplikasi kesehatan pada bayi dapat diminimalkan melalui rujukan dan penanganan yang tepat waktu,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Aceh berharap para kader mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kesehatan dalam kegiatan pelayanan dan edukasi masyarakat.
“Kehadiran kader yang terampil dan berpengetahuan diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kesehatan neonatus sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kota Langsa,” harapnya.
Setelah kegiatan pelatihan kader akan dilanjutkan dengan pendampingan ibu Nifas tentang penggunaan aplikasi tersebut.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata sinergi antara institusi pendidikan kesehatan dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pendekatan promotif, preventif, serta pemanfaatan inovasi teknologi kesehatan,” pungkasnya.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif. Para kader kesehatan yang hadir tidak hanya mengikuti paparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik penggunaan aplikasi, simulasi kasus, serta diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Tidak ada komentar