Dosen Prodi D-III Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh Tingkatkan Keterampilan Kader Posyandu dalam Pelayanan Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja

waktu baca 4 menit
Kamis, 18 Jun 2026 08:53 14 Redaksi

Kota Langsa – Dalam upaya mendukung penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat, Program Studi D-III Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di Desa Karang Anyar, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu tentang Pelayanan Kesehatan Dasar Posyandu bagi Anak Usia Sekolah dan Remaja di Desa Karang Anyar” ini dihadiri oleh Bidan Desa, ibu-ibu Tim Penggerak PKK, serta kader posyandu yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin oleh Henniwati, SST, M.Kes sebagai ketua tim, dengan anggota tim yang terdiri atas Meliani Sukmadewi Harahap, M.Kes, Nurdahliana, M.Kes, dan Mira Arnita, SST, M.Keb.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus wujud nyata komitmen Poltekkes Kemenkes Aceh dalam mendukung transformasi layanan primer melalui penguatan kapasitas kader posyandu.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabmas, Henniwati, SST, M.Kes, menyampaikan bahwa posyandu saat ini mengalami perkembangan fungsi yang semakin luas. Tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita, posyandu juga berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada anak usia sekolah dan remaja.

“Anak usia sekolah dan remaja merupakan kelompok usia yang memiliki tantangan kesehatan yang beragam, mulai dari masalah gizi, perilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan reproduksi, hingga kesehatan mental. Oleh karena itu, kader posyandu perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat memberikan edukasi dan pelayanan yang optimal,” ujar Henniwati.

Ia menambahkan bahwa kader posyandu memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat karena menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dan keluarga.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kader posyandu mampu melakukan deteksi dini permasalahan kesehatan, memberikan edukasi yang tepat, serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak usia sekolah dan remaja,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, dan praktik langsung.

Materi yang diberikan meliputi: Konsep dasar pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja di posyandu, Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah, Edukasi gizi seimbang dan pencegahan anemia pada remaja, Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Edukasi kesehatan reproduksi remaja, Upaya pencegahan pernikahan usia dini, Deteksi dini masalah kesehatan pada remaja, Teknik komunikasi efektif dan konseling dasar bagi kader posyandu.

Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi pelayanan posyandu, mulai dari proses pencatatan, penyampaian edukasi kesehatan, hingga praktik komunikasi dalam memberikan konseling kepada anak usia sekolah dan remaja.

Kehadiran Bidan Desa dan ibu-ibu PKK dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan program kesehatan di Desa Karang Anyar.

Bidan Desa Karang Anyar menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi kontribusi dosen Prodi D-III Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dalam meningkatkan kapasitas kader.

“Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi kader karena dapat memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka. Dengan kader yang lebih terampil, pelayanan kesehatan di masyarakat akan semakin optimal,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para kader aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait pelaksanaan posyandu di lingkungan masing-masing.

Salah seorang peserta dari Tim Penggerak PKK Nurbaiti mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Kami mendapatkan banyak informasi baru, khususnya terkait kesehatan remaja yang selama ini belum banyak dibahas dalam kegiatan posyandu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Prodi D-III Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh berharap tercipta kader posyandu yang lebih kompeten, mandiri, dan inovatif dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar.

Peningkatan kapasitas kader diharapkan mampu memperkuat peran posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh kelompok usia, khususnya anak usia sekolah dan remaja.

Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan Tim Penggerak PKK diharapkan dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA