Senyum di Balik Kesembuhan: Ketika Perawat RSUCM Langsa Merawat dengan Hati

waktu baca 4 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 06:10 245 Redaksi

Kota Langsa – Di tengah aroma obat, suara langkah kaki yang silih berganti, dan wajah-wajah pasien yang menahan cemas, ada satu hal sederhana yang kerap memberi ketenangan yaitu sebuah senyum dan keramahan seorang perawat.

Bagi pasien, pelayanan di rumah sakit bukan hanya tentang obat, tindakan medis maupun fasilitas yang tersedia.

Ada sebuah sentuhan kemanusiaan yang membuat mereka merasa tidak sendiri ketika sedang menghadapi sakit. Nilai itulah yang terus dibangun di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Langsa yang di kelola oleh PT Cut Meutia Medika Nusantara (PT CMN).

Selain ditunjang fasilitas yang memadai, para dokter dan perawat RSUCM Langsa juga dituntut menjalankan tugas dengan sepenuh hati.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen menghadirkan pelayanan yang membuat RSUCM semakin dipercaya dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang diminati masyarakat di tiga kabupaten dan kota.

Namun, kepercayaan pasien tentu tidak hadir dalam semalam. Di balik pelayanan yang terlihat sederhana, ada proses panjang, kerja keras dan pembenahan yang terus dilakukan manajemen PT CMN di bawah kepemimpinan Direktur Ir. Ernawati.

Kasubid Keperawatan RSUCM Langsa, Vieldna Sielviani, S.Kep.

Bukan Sekadar Merawat, tetapi Menghadirkan Rasa Nyaman

Kasubid Keperawatan RSUCM Langsa, Vieldna Sielviani, S.Kep, pada Jumat (11/9/2026), mengatakan, perilaku dan etika perawat menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Menurutnya, kebersihan, kerapian dan keramahan harus berjalan beriringan. Karena itu, manajemen PT CMN secara berkelanjutan melakukan pembinaan, termasuk melalui in-house training komunikasi efektif bagi para perawat.

Pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis berkomunikasi, tetapi juga melibatkan psikolog dan ustaz.

Kolaborasi itu dilakukan untuk memperkuat pengetahuan, etika, pengendalian emosional serta nilai-nilai spiritual para perawat dalam menghadapi berbagai karakter pasien.

“Tidak cukup sampai di situ, untuk memastikan seluruh pasien mendapat pelayanan maksimal, kami yang membawahi perawat setiap hari melakukan kunjungan langsung dari ruangan ke ruangan, mulai kelas 3 hingga kelas super VIP,” ujar Vieldna.

Dalam kunjungan tersebut, pihak keperawatan juga berupaya mendengar langsung pengalaman pasien. Mereka menanyakan bagaimana pelayanan yang diterima, termasuk sikap para perawat selama mendampingi pasien menjalani perawatan.

Jika ditemukan perawat yang tidak memberikan pelayanan dengan baik atau bersikap tidak ramah, pihak manajemen tidak segan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku di RSUCM Langsa.

Senyum yang Menjadi Bagian dari Kesembuhan

Bagi Vieldna, merawat orang sakit bukan sekadar menjalankan kewajiban profesi. Ada nilai kemanusiaan dan sisi spiritual yang harus hadir dalam setiap pelayanan.

Karena itu, para perawat didorong untuk melayani dengan sopan, ramah dan penuh kasih.

Senyum, tutur kata yang menenangkan serta kesediaan mendengarkan keluhan pasien menjadi bagian kecil yang diyakini mampu memberi kekuatan bagi seseorang yang sedang berada dalam kondisi sulit.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam tentang pentingnya membantu dan meringankan beban sesama. Salah satunya sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Nilai itu pula yang ingin diterapkan dalam pelayanan RSUCM Langsa. Seorang perawat maupun dokter tidak hanya dituntut memiliki kemampuan medis, tetapi juga ketulusan ketika membantu pasien.

Pelayanan diberikan secara adil dan manusiawi tanpa membedakan status sosial, suku maupun agama. Sebab, bagi pasien yang sedang sakit, perhatian sederhana dari tenaga kesehatan terkadang memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang terlihat.

“Yakinlah, orang yang memberikan pelayanan dengan penuh keikhlasan, tanpa membeda-bedakan suku, ras dan agama, merupakan perbuatan terpuji,” tandas Vieldna.

Kesaksian dari Kamar Kelas 3

Cerita tentang pelayanan itu kemudian menemukan maknanya dari sisi pasien.

Seorang pasien kelas 3 RSUCM Langsa mengaku tidak hanya merasakan fasilitas rumah sakit yang bersih, tetapi juga pelayanan yang menurutnya memuaskan.

Mulai dari kondisi ruangan hingga kamar mandi, kebersihan menjadi salah satu hal yang membuat pasien merasa nyaman selama menjalani perawatan.

“Selain ruangan hingga kamar mandi yang bersih, kami juga mendapat pelayanan dari perawat dengan sangat baik. Mereka melayani dengan sepenuh hati, makanan juga datang tepat waktu dengan lauk yang higienis,” ujarnya.

Bagi pasien tersebut, pelayanan yang baik memberi rasa nyaman sekaligus membantu proses pemulihan. Harapannya sederhana, agar semangat pelayanan tersebut terus dipertahankan.

“Semoga seluruh manajemen PT CMN dan RSUCM Langsa diberi kesehatan dan umur panjang sehingga mampu terus memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” katanya.

Pada akhirnya, rumah sakit bukan hanya tentang gedung, tempat tidur dan peralatan medis. Di balik kesembuhan seorang pasien, ada tangan-tangan yang bekerja, ada ketulusan yang menemani, dan ada senyum yang terkadang menjadi obat pertama sebelum obat diberikan.

Dari bangsal di RSUCM Langsa, semangat itu sedang dirawat merawat pasien dengan ilmu, melayani dengan etika, dan menyentuh hati dengan kasih.

Tetap semangat melayani dengan hati dan sepenuh hati, itu harapan para pasien di setiap bangsal dengan tujuan kesembuhan cepat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA