Amanah Warga Menuju Pengabdian, Raja Syahputra Nahkodai Sungai Pauh Tanjong

waktu baca 3 menit
Kamis, 30 Jul 2026 14:26 16 Redaksi

Kota Langsa – Pagi itu di halaman Pendopo Wali Kota Langsa dipenuhi wajah-wajah cerah dan ceria yang penuh harapan. Satu per satu geuchik terpilih pada kontestasi 19 Juli 2026 lalu semua berdiri tegap menanti prosesi pelantikan.

Di antara 47 pemimpin gampong yang dilantik, berdiri sosok Raja Syahputra, SE., M.Si, yang resmi mengemban amanah sebagai Geuchik Gampong Sungai Pauh Tanjong, Kecamatan Langsa Barat, untuk periode 2026-2032, Kamis (30/7/2026).

Pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, dengan Nomor. 396/400.10.2/2026, tentang Pengesahan Pengangkatan Geuchik Sungai Pauh Tanjong Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Masa Jabatan 2026-2032.

Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Bagi Raja Syahputra, hal itu menjadi awal dari sebuah perjalanan panjang untuk mewujudkan harapan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Mengenakan pakaian dinas kebesaran berwarna putih, Raja mengucapkan sumpah jabatan dengan penuh khidmat. Di balik prosesi yang berlangsung singkat, tersimpan tanggung jawab besar untuk membawa Gampong Sungai Pauh Tanjong menuju perubahan yang lebih baik di masa enam tahun kedepan.

Usai dilantik, Raja Syahputra pun kembali mengucapkan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan amanah kepadanya.

“Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Gampong Sungai Pauh Tanjong, para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan kontribusi selama proses demokrasi hingga pelantikan ini terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Menurut Raja, kemenangan dalam pemilihan bukanlah kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh masyarakat Sungai Pauh Tanjong. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengakhiri perbedaan pilihan politik dan kembali bersatu membangun gampong.

“Mulai hari ini tidak ada lagi kubu-kubu. Tidak ada lagi pendukung nomor satu, dua, atau lainnya. Yang ada hanyalah masyarakat Sungai Pauh Tanjong yang harus kita layani bersama,” katanya optimis.

Bagi Raja, menjadi geuchik bukan soal jabatan, melainkan tentang pengabdian, Ia berkomitmen menjalankan pemerintahan yang terbuka, transparan, dan mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan gampong ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, kebersihan lingkungan, serta pembinaan generasi muda.

“Kami siap membangun Gampong Sungai Pauh Tanjong menjadi lebih baik. Program-program yang akan dijalankan nantinya akan berpihak pada kepentingan masyarakat dan dilaksanakan secara bersama-sama,” tegasnya.

Raja juga menyadari bahwa membangun sebuah gampong bukanlah pekerjaan seorang diri. Dibutuhkan dukungan seluruh unsur, mulai dari perangkat gampong, Tuha Peut, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan hingga seluruh warga.

Ia berharap kepercayaan yang diberikan masyarakat dapat dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar janji. Baginya, keberhasilan seorang geuchik diukur dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dari setiap kebijakan yang diambil.

“Insya Allah, amanah ini akan Ia jalankan dengan sebaik-baiknya. Mari kita bergandengan tangan membangun Sungai Pauh Tanjong agar semakin maju, sejahtera, dan menjadi gampong yang membanggakan,” tutup Raja Syahputra.

Pelantikan 47 geuchik di Kota Langsa menjadi penanda dimulainya babak baru pemerintahan gampong. Bagi Raja Syahputra, babak baru itu bukan sekadar pergantian pemimpin, melainkan awal dari sebuah pengabdian untuk mewujudkan cita-cita bersama: Sungai Pauh Tanjong yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA