Pengabdian Masyarakat, Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Layanan Keluarga Berencana dan Kelas Balita Stunting di Gampong Karang Anyar 

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Jun 2026 06:54 25 Redaksi

Kota Langsa – Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh melakukan pengabdian masyarakat dalam upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting dengan meningkatkan layanan keluarga berencana dan membuka kelas balita.

Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh Nora Veri, SST, M.Keb, bersama tim Magfirah MPH, Alfian Helmi, S.Kep, M.Kes dan Al Chalidi, M.Kes, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Layanan Keluarga Berencana dan Kelas Balita Stunting” di Desa Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masih adanya risiko stunting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Melalui peningkatan layanan Keluarga Berencana (KB) dan penyelenggaraan kelas balita stunting, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga, pemenuhan gizi, pola asuh yang tepat, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Dalam sambutannya, Nora Veri, menyampaikan bahwa stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan usianya, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak masa sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga anak memasuki usia balita,” jelas Nora.

Nora menambahkan, bahwa kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai pentingnya program Keluarga Berencana sebagai salah satu strategi untuk mengatur jarak kehamilan yang ideal dan meningkatkan kesehatan ibu serta anak.

Selanjutnya, peserta mengikuti kelas balita stunting yang membahas tentang pemberian makanan bergizi seimbang, praktik pengasuhan yang baik, pencegahan penyakit infeksi, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan anak melalui kegiatan posyandu.

“Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan sesi konsultasi dan pemantauan pertumbuhan balita yang melibatkan tenaga kesehatan dan kader masyarakat,” paparnya.

Para ibu tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan gizi anak di lingkungan keluarga.

Menurut Nora Veri, keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan stunting.

Dukungan orang tua, khususnya dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan anak sejak dini, akan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak pada masa mendatang.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Karang Anyar semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga dan pengasuhan yang tepat sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting.

“Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi dan tenaga kesehatan dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tutup Nora.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA