‎Pendampingan Kesehatan Fisik bagi Residen NAPZA dalam Mendukung Proses Rehabilitasi

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jun 2026 13:34 42 Redaksi

Medan – ‎Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bentuk pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan pekerjaan sosial secara langsung di lapangan.

Dalam pelaksanaan PKL, penulis Viona Aulia Putri Aritonang melakukan praktik di Rehabilitasi Medan Plus NAPZA dengan menggunakan metode casework terhadap seorang residen yang disamarkan dengan inisial BT (54). Dalam proses pendampingan, penulis menerapkan beberapa tahapan pekerjaan sosial, yaitu:

‎Berdasarkan hasil asesmen melalui wawancara, observasi, serta penggunaan instrumen WHOQOL dan URICA, diketahui bahwa klien memiliki riwayat penyalahgunaan NAPZA yang cukup panjang dan sedang menjalani proses rehabilitasi.

Selain itu, klien juga mengalami keluhan kesehatan berupa kebas pada tangan kiri yang diduga berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Hasil asesmen menunjukkan bahwa klien memiliki motivasi untuk berubah dan mempertahankan kondisi kesehatannya selama menjalani rehabilitasi.

‎Bersama klien, penulis menyusun rencana intervensi yang berfokus pada peningkatan kesehatan fisik melalui penerapan pola hidup sehat.

Program yang disepakati meliputi pemantauan pola makan harian, edukasi makanan sehat, pemantauan kondisi kesehatan, serta pemberian edukasi mengenai aktivitas fisik ringan yang dapat dilakukan secara mandiri.

‎Selama proses intervensi, klien diberikan tabel pemantauan makanan harian untuk membantu mengenali pola konsumsi sehari-hari.

Penulis juga memberikan edukasi mengenai pentingnya memilih makanan bergizi, mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, serta menjaga keteraturan waktu makan.

Selain itu, klien memperoleh media edukasi berupa infografis gerakan peregangan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh.

‎Hasil evaluasi menunjukkan bahwa klien mampu mengikuti kegiatan yang telah direncanakan dengan baik.

Klien menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik serta kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat selama menjalani rehabilitasi.

‎Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pengalaman berharga mengenai pentingnya peran pekerja sosial dalam mendampingi proses pemulihan klien rehabilitasi NAPZA.

Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemulihan dari penyalahgunaan zat, tetapi juga pada upaya meningkatkan kualitas hidup dan keberfungsian sosial klien secara menyeluruh.

‎Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos selaku dosen pengampu mata kuliah praktikum, Dr. Boy Iskandar Warongan, S.Sos., M.SP. selaku supervisor sekolah, Bapak Castro, S.Kep., Ners selaku supervisor lembaga, serta seluruh staf dan klien Rehabilitasi Medan Plus NAPZA yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan PKL.

‎Melalui pengalaman berharga ini, penulis belajar bahwa perubahan membutuhkan waktu, dukungan, dan kemauan untuk terus melangkah ke arah yang lebih baik.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Viktor Frankl, seorang psikiater asal Austria, “When we are no longer able to change a situation, we are challenged to change ourselves”, ketika kita tidak lagi mampu mengubah keadaan, kita ditantang untuk mengubah diri kita sendiri.

Jumat, 5 Juni 2026, penulis Viona Aulia Putri Aritonang, mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA