Antisipasi Banjir, Jeffry Sentana Telusur Krueng Langsa

waktu baca 3 menit
Jumat, 22 Mei 2026 02:44 100 Redaksi

Kota Langsa – Aksi tanggap darurat telusur krueng (sungai) ini dilakukan Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE untuk melihat langsung kondisi riil pendangkalan, penyumbatan sampah, dan kerusakan tanggul yang kerap menjadi pemicu luapan air ke pemukiman warga pada Kamis (21/5/2026).

Bukan sekadar memantau dari balik meja, aksi menyusuri sungai ini menjadi bukti komitmen kepemimpinan yang responsif dan berorientasi pada keselamatan publik.

Langkah preventif ini dinilai jauh lebih efektif dan menghemat anggaran daerah dibandingkan penanganan pascabencana. Warga memberikan apresiasi tinggi karena merasa keluhan mereka selama musim hujan langsung direspons dengan tindakan nyata di lapangan.

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE, didampingi Plt. Kalaksa BPBD Kota Langsa dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, Kepala Dinas PUPR, Plt. Dirut PDAM, para Camat se-Kota Langsa, dan Geuchik Pondok Kemuning turun langsung meninjau Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa.

Jeffry Sentana menyampaikan bahwa baik sekali kegiatan peninjauan ini dilakukan, kedatangan para petugas langsung ke lokasi sangat penting untuk mengetahui kondisi sungai secara nyata.

“Kalau nanti memang diperlukan pengerukan, semoga prosesnya bisa berjalan lancar dan cepat selesai, agar risiko banjir di masa depan bisa berkurang dan warga sekitar lebih aman,” tegas Jeffry.

Telusur sungai ini memastikan apakah ada kondisi lain yang terlihat di lokasi selain kedalaman sungai, misalnya banyaknya sampah atau endapan lumpur.

Saat telusuri sungai, Wali Kota Langsa melihat langsung kondisi, ternyata endapan lumpur dan tanah sudah sangat banyak sampai menggunung, pantas saja kedalaman sungai berkurang drastis.

Ia pun memberikan tugas pada Kadis PUPR untuk mengajukan kegiatan pengerukan serta menetapkan ukuran standar lebar sungai kira-kira sepuluh meter dan menghitung biaya dan kebutuhan alat berat itu akan menjadi langkah yang sangat tepat dan terencana.

“Kalau pakai dua atau tiga alat berat sekaligus, pekerjaan akan jauh lebih cepat selesai dan hasilnya pun lebih maksimal,” harap Jeffry.

Tak hanya itu Wali Kota Langsa juga memerintahkan untuk membuat perhitungan perkiraan berapa total panjang bagian sungai yang akan dikeruk nantinya.

Usai telusur sungai Wali Kota mengatakan bahwa sangat disayangkan sepanjang perjalan ada kendala, jalur tertutup bambu sehingga peninjauan berhenti sebentar.

Ia menambahkan bahwa sungai ini masuk wilayah pengelolaan Provinsi Aceh, maka memang perlu untuk Pemko Langsa mengajukan permohonan dukungan, baik dari segi anggaran APBD maupun bantuan dari pemerintah pusat.

“Semoga permohonan ini mendapat tanggapan positif dari Gubernur dan pihak terkait, sehingga proses pengerukan bisa segera disetujui dan dilaksanakan demi keselamatan warga,” harap Wali Kota.

Sementara itu, Plt. Kalaksa BPBD Kota Langsa Dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk memetakan titik-titik tumpukan sampah dan bambu yang menghambat aliran sungai.

Hasil pemetaan akan menjadi dasar pelaksanaan ‘Telusur Sungai’ guna persiapan antisipasi banjir dan melihat kondisi pendangkalan sungai.

“Sepanjang aliran sungai yang dianggap penting akan menjadi fokus utama demi kenyamanan dan keamanan masyarakat, meski anggaran daerah terbatas,” paparnya.

Pemko Langsa juga terus mengevaluasi pemukiman warga di kawasan bantaran sungai yang kerap terdampak banjir kiriman dari hulu ke hilir. Masyarakat diimbau tetap waspada dan siaga.

“Yang dapat kita tangani akan segera kita tangani, yang belum tertangani oleh daerah akan kita laporkan ke provinsi, bahkan kita koordinasikan dengan pemerintah pusat,” terangnya.

Pemko Langsa mengajak seluruh warga meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menyiapkan langkah darurat bila terjadi banjir, keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan adalah prioritas utama.

“Dengan kepedulian dan kesiapsiagaan, risiko serta dampak banjir dapat diminimalisir. Terima kasih atas kerja sama dan partisipasi aktif masyarakat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA