Jatmiko Bersama Kick Andy Kunjungi Sekolah Alam di Huntara Aceh Tamiang 

waktu baca 4 menit
Rabu, 28 Jan 2026 16:29 43 Redaksi

Aceh Tamiang – Direktur Utama PalmCo PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa bersama Andy Flores Noya alis Kick Andy perwakilan BenihBaik.com, mengunjungi sekolah alam yang berapa di hunian sementara (Huntara) di Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang di atas lahan PTPN, Rabu (28/01/2026).

Kunjungan ini upaya melihat langsung kondisi warga terdampak bencana sekaligus memastikan keberlanjutan program pemulihan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Di sela-sela kunjungan, anak-anak di tenda sekolah alam dibagi sepatu gratis dan buku serta alat tulis, sedangkan para warga mendapatkan paket sembako.

Jatmiko Krisna Santosa bersama Kick Andy didampingi Region Head PTPN IV Regional VI Yudi Cahyadi, SEVP BS Ifri Handi Lubis, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Kabag Pemerintah Setda Aceh Tamiang, Kasat Intelkam Polres Aceh Tamiang dan Camat Karang Baru serta undangan lainnya.

Jatmiko Krisna Santosa, menyampaikan, bahwa huntara dibangun oleh Danantara, sebuah kolaborasi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) bersama mitra kemanusiaan.

“Kehadiran huntara ini menjadi titik harapan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana, sekaligus menjadi ruang transisi menuju hunian tetap yang direncanakan pemerintah daerah bersama pihak terkait,” ucapnya.

Pihak berkomitmen membantu masyarakat terdampak bencana, keterlibatan BUMN dalam program kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Ia akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat yang terdampak. PTPN dan mitra lainnya berkomitmen tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan,” ujar Jatmiko.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, relawan, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam penanganan pascabencana.

“Tanpa sinergi yang kuat, program pemulihan tidak akan berjalan optimal,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Kick Andy, bahwa kehadirannya di Aceh Tamiang bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.

“Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa bantuan kemanusiaan tidak berhenti pada tahap darurat, tetapi berlanjut hingga fase pemulihan sosial dan pendidikan,” paparnya.

Kehadirannya memberi dukungan sekaligus melihat secara langsung sekolah alam yang tumbuh di tengah kawasan huntara ini. Di tengah keterbatasan, anak-anak tetap harus mendapatkan ruang belajar, ruang bermain, dan ruang tumbuh.

“Di sinilah solidaritas dan kolaborasi menjadi sangat penting,” terang jurnalis senior tersebut.

Pascabencana, tentu ada rauma bencana, aktivitas belajar menjadi cara untuk membangun kembali harapan, optimisme, dan kepercayaan diri anak-anak, tandasnya.

Direktur Utama PalmCo PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa secara simbolis memberikan bantuan sembako pada penghuni huntara.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada PTPN yang telah menyediakan lahan hak guna usaha (HGU) untuk pembangunan hutara serta rencana hunian tetap bagi warga terdampak bencana.

“Ini adalah bentuk kepedulian nyata yang sangat berarti bagi masyarakat, PTPN IV Regional VI paling cepat gerak dan peduli,” kata Ismail.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap sabar, ikhlas, dan tawakal dalam menghadapi cobaan.

Menurutnya, bencana adalah ujian yang harus dihadapi dengan keteguhan hati dan semangat kebersamaan. Pemerintah pun memahami bahwa kondisi saat ini tidak mudah.

Pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin agar hunian tetap bagi warga terdampak dapat segera dibangun.

“Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Proses perencanaan dan koordinasi dengan berbagai pihak terus kami lakukan,” tegasnya.

Direktur PTPN IV Regional VI Yudi Cahyadi, juga menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung program hunian tetap bagi warga terdampak.

Ia menyebut bahwa penyediaan lahan HGU untuk huntara dan huntap adalah bentuk komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Hunian tetap diharapkan menjadi awal baru bagi masyarakat untuk membangun kembali kehidupan yang lebih layak dan bermartabat,” harap Yudi.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan pascabencana bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga membangun harapan, memulihkan martabat, dan memperkuat solidaritas sosial.

“Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, relawan, dan masyarakat menjadi pondasi penting untuk memastikan bahwa pemulihan tidak berhenti pada tahap darurat, tetapi berlanjut hingga masyarakat benar-benar bangkit dari bencana,” ungkapnya.

Diketahui aktivitas warga di huntara mulai menggeliat, tampak anak-anak gembira mengikuti proses kegiatan belajar di sekolah alam, sementara orang tua berupaya menata kembali kehidupan sehari-hari. Meski hidup dalam keterbatasan, semangat gotong royong terlihat kuat di antara warga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA