BNN Langsa Perkuat Sinergi Dunia Usaha, Dorong Kawasan Rawan Narkoba Jadi Mandiri

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Sep 2026 17:01 25 Redaksi

Kota Langsa – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan sejumlah pemangku kepentingan untuk mendorong kawasan rawan narkoba menjadi wilayah yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing.

Langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Kerja dalam rangka Sinergi Program Pemberdayaan Alternatif dengan Stakeholder yang diikuti 20 peserta dari berbagai unsur di Goall Coffee Langsa, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) itu dibuka Kepala BNN Kota Langsa Hasnanda Putra, ST., MM., MT melalui Plh. Kasubbag Umum BNN Kota Langsa Muhammad Akbar Tirtana, SE.

Dalam sambutannya, Muhammad Akbar menegaskan, pemberdayaan alternatif tidak boleh berhenti pada pemberian keterampilan. Program tersebut harus mampu membuka peluang ekonomi sehingga masyarakat di kawasan rawan narkoba memiliki sumber penghasilan yang produktif dan berkelanjutan.

“Pemberdayaan alternatif harus mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Karena itu, sinergi dengan dunia usaha menjadi penting agar keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga masyarakat hingga stakeholder lainnya.

Katim Dayamas BNN Kota Langsa Henny Puspa, SKM, dalam laporannya mengatakan rapat kerja tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan dalam pelaksanaan program pemberdayaan alternatif.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari unsur akademisi dan pemerintahan.

Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Samudera, Dr. Ir. Banta Cut, ST., MT, menyampaikan materi bertema “Sinergi Dunia Usaha Pemberdayaan Alternatif: Mewujudkan Kawasan Rawan Narkoba Menjadi Kawasan Mandiri dan Berdaya Saing.”

Banta Cut menekankan pentingnya membangun ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan potensi masyarakat dengan kebutuhan pasar dan dunia usaha.

Menurutnya, masyarakat di kawasan rawan narkoba perlu diberikan ruang dan pendampingan untuk mengembangkan potensi lokal agar mampu menghasilkan sumber pendapatan yang produktif.

Pemberdayaan, kata dia, akan lebih efektif jika dilakukan melalui pemetaan potensi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan, akses permodalan, pemasaran serta kemitraan dengan dunia usaha.

Sementara itu, Pengawas Koperasi Ahli Muda pada DPMPTSP Kota Langsa, Faisal Rozi, SE., MH, membawakan materi “CSR Berkelanjutan: Peran Strategis Dunia Usaha dalam Pencegahan Narkotika melalui Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.”

Faisal menjelaskan, program Corporate Social Responsibility (CSR) dunia usaha dapat diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan penguatan ketahanan sosial dan ekonomi.

“CSR tidak hanya dipandang sebagai bentuk bantuan, tetapi dapat menjadi instrumen kolaborasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, membuka peluang usaha, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” jelasnya.

BNN Kota Langsa juga mendorong keterlibatan dunia usaha dalam program P4GN melalui berbagai bentuk dukungan, seperti CSR, kemitraan usaha, pelatihan life skill, pemasaran produk hingga pengembangan kewirausahaan.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan masyarakat yang memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menciptakan usaha, memperoleh pendapatan dan membangun masa depan yang lebih baik.

BNN Kota Langsa menilai penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi menciptakan kemandirian. Ketika masyarakat memiliki keterampilan, peluang usaha, pendapatan dan masa depan yang lebih baik, maka ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika juga semakin kuat,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA