Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE bersama Istri tercinta Ketua TP-PKK Kota Langsa Ny Devi Sentana, dok: Karya AI. Kota Langsa – Ada banyak pasangan yang telah lama memendam harapan untuk mengikat janji suci dalam sebuah pernikahan. Namun bagi sebagian dari mereka, impian itu kerap tertunda bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena keterbatasan biaya.
Kini, secercah harapan itu hadir dari Pemerintah Kota Langsa. Melalui program Nikah Gratis untuk Warga Kota Langsa, pemerintah menghadirkan sebuah kebijakan yang tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dalam membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan sejahtera.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE, Minggu (5/7/2026) melalui selebaran menyampaikan bahwa program yang mulai membuka pendaftaran pada 8 Juli 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Langsa ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kota Langsa dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Lebih dari sekadar membantu biaya akad nikah, program ini adalah investasi sosial. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap pasangan memiliki kesempatan yang sama untuk membangun rumah tangga secara sah, bermartabat, dan penuh kebahagiaan,” ujarnya.
Wali Kota juag menyampaikan bahwa dalam program tersebut, calon pengantin tidak hanya mendapatkan fasilitas biaya pernikahan.
“Pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari mahar berupa emas 1 gram, biaya pelaksanaan akad nikah di luar lokasi Kantor Urusan Agama (KUA), surat bebas narkoba dari BNN, hingga fasilitas resepsi yang meliputi venue, konsumsi, busana pengantin, tata rias, serta foto dan dokumentasi,” paparnya.
Bahkan, setelah resmi menjadi pasangan suami istri, pemerintah turut memfasilitasi pembaruan dokumen administrasi kependudukan agar seluruh proses berjalan lebih mudah dan tertib.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama pasangan muda yang selama ini harus menunda hari bahagia karena keterbatasan ekonomi.
“Kini, impian membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah terasa semakin dekat,” harap Wali Kota.
Di balik kemegahan sebuah pesta pernikahan, sesungguhnya yang paling penting adalah keberanian dua insan untuk memulai kehidupan baru dengan landasan cinta, tanggung jawab, dan restu keluarga.
Jeffry menambahkan, Pemerintah Kota Langsa hadir untuk membantu mewujudkan langkah pertama itu. Adapun syarat yang harus dipenuhi calon peserta antara lain mengajukan surat permohonan, melampirkan KTP calon pengantin, surat domisili Kota Langsa dari Geuchik, merupakan pernikahan pertama bagi kedua calon mempelai, serta bersedia melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh Kantor Urusan Agama.
Program Nikah Gratis ini menjadi cerminan bahwa pelayanan publik tidak hanya hadir dalam bentuk administrasi, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
“Ketika pemerintah membantu mengurangi beban biaya pernikahan, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya sebuah acara seremonial, melainkan fondasi keluarga yang kuat sebagai pilar masa depan Kota Langsa,” lanjutnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Langsa kembali menunjukkan bahwa pelayanan terbaik adalah pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Sebab, setiap keluarga yang lahir dari niat baik dan dukungan bersama akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan program Langsa JUARA kota yang maju, peduli, dan semakin dekat dengan warganya,” pungkasnya.
Tidak ada komentar