Salah satu wilayah Kota Langsa saat pascabencana. Kota Langsa – Tahap demi bantuan Pascabanjir dan longsor sudah disalurkan di mulai dari tahap 1 bantuan tunai sebesar Rp.200.000/KK dan tahap 2 bantuan beras 10 kg/KK. Tidak berhenti disitu, Wali Kota Langsa mengambil kebijakan tahap 3 untuk kembali menyalurkan bantuan beras 10 Kg/KK.
Mengingat dan melihat persis Wali Kota Langsa membawa pulang mie instan 2.000 kotak, telur 1.000 papan dan starlink 1.000 interface melalui kapal KRI Sutedi Senoputro bersama para penumpang rombongan yang ingin pulang ke Langsa.
Dengan wajah dan rasa haru ingin segera menyelamatkan, sebaliknya tidak menyangka dan sayangnya sebagian orang malah menginginkan dan fokus dengan lumpur dan noda baju pemimpinnya, dibandingkan bantuan yang nyata didepan mata.
Mencoba memutar kembali momen dimana pascabencana H+4 listrik mulai mulai menyala bertahap dan tersedia starlink gratis di BPBD untuk memfasilitasi masyarakat menghubungi keluarga dan saudara diluar sana.
+100 posko dapur umum dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan warga hingga BLT dan BLP hasil kebijakan Wali Kota Langsa mulai disalurkan.
Menjajaki hari berikutnya meski dengan keterbatasan armada dan peralatan para petugas mulai turun membersihkan sisa lumpur dan sampah yang bertebaran di jalan.
Kami memahami dalam pengawasan adanya permasalahan distribusi air, masyarakat tentu ingin air bersih dapat dapat segera normal kembali, sehingga Wali Kota Langsa menilai urgensi terhadap penanganan ini dengan mengambil ahli manajemen dan tanggung jawab Perumda AM Tirta Kemuning agar pelayanan air kepada masyarakat cepat dalam perbaikan.
Kami menilai semua kebijakan ini merupakan langkah nyata yang benar-benar berdampak langsung bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat.
Bahkan, menilik daerah-daerah lain lainnya kami belum melihat kebijakan yang serupa dengan kondisi yang sama.
Selamat dan apresiasi kami kepada Wali Kota Langsa atas recovery pascabencana tercepat di se-Aceh, kami sadar betul bahwa tidak mudah mengambil kebijakan dengan kondisi seperti ini, seperti merintis dan mengulang dari 50 menuju 100.
Oleh: Melvita Sari, SAB.
Tidak ada komentar