Pemko Langsa Berupaya Bangkit Pasca Bencana Banjir Besar 

waktu baca 3 menit
Minggu, 7 Des 2025 02:53 108 Redaksi

Kota Langsa – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa terus berupaya bangkit dari keterpurukan pasca bencana banjir besar dan tanah longsor dengan berbagai program yang diberikan langsung pada masyarakat, Minggu (07/12/2025).

Tidak hanya itu, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE, juga menjaga kestabilan harga-harga kebutuhan masyarakat agar para pedagang tidak menaikkan harga sesuka hati di dalam kondisi masyarakat terdampak bencana.

Hal itu dibuktikan Wali Kota Langsa dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor: 500/1543/2025, tentang; Larangan menaikkan harga air bersih secara tidak wajar dalam menghadapi situasi bencana alam banjir di Kota Langsa dan Larangan menaikkan harga bahan secara tidak wajar serta menahan stok barang dalam menghadapi situasi bencana alam banjir di Kota Langsa.

Surat Edaran tersebut ditujukan kepada para pedagang air bersih dalam wilayah Kota Langsa dan Toko retail dan Grosir, pedagang BBM dan Gas Elpiji serta Pedagang lainnya wilayah Kota Langsa.

Upaya Wali Kota Langsa juga turut memantau perkembangan harga sembako yang dijual masyarakat di pasar hal itu dibuktikan dengan harga mengupdate harga sembako..

Adapun update harga sembako di Kota Langsa per tanggal 06 Desember 2025, sebagai berikut;

Beras Premium: Rp.16.700, Beras Medium: Rp.16.000, Cabe Merah Keriting: Rp.80.000, Cabe Rawit Hijau: Rp.80.000, Gula Pasir: Rp.20.000, Minyak Goreng Kemasan: Rp. 23.000, ⁠Minyakita: Rp. 21.000, Telur Ayam: Rp.2.500/butir, ⁠Daging Ayam Ras: Rp.35.000, Daging Sapi: Rp.150.000, Bawang Merah: Rp.60.000, Bawang Putih : Rp.40.000, Tomat: Rp.12.000, sementara stok Beras mulai langka di pasaran.

Selanjutnya, Wali Kota Langsa meluncurkan program stimulus Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Langsung Pangan (BLP) berupa beras 10 Kg, untuk seluruh Kepala Keluarga di Kota Langsa dengan membawa bukti KTP/KK.

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, Masa Jabatan 2025-2030.

Alhamdulillah BLT sudah mulai rampung dibagikan di setiap desa dalam wilayah Kota Langsa, sementara beras sudah di distribusikan ke desa-desa sampai dengan tanggal 9 Desember 2025, di masa tanggap darurat bencana berakhir.

Berikut agenda perencanaan penyaluran beras ke Gampong/Desa, pada tanggal 07 Desember 2025;

Gampong Alue Merbau (5.360 ton), Gampong Bukit Meutuah (3.740 ton), Gampong Seuneubok Antara (2.340 ton),

Gampong Simpang Wie (740 ton), Gampong Alue Beurawe (13.750 ton), Gampong Sungai Pauh (14.160), Gampong Sungai Pauh Pusaka (7.000 ton), Gampong Sungai Pauh Tanjong (7.110 ton), Gampong Sungai Pauh Firdaus (4.280 ton), Gampong Meutia (7.950 ton) Total (12,230 ton), Gampong PB. Teungoh (7,060 ton), PB. Beuramo (7.270 ton), Gampong Meurandeh Dayah (4.350), Gampong Sidodadi (9.690 ton), Gampong Sidoarjo (10,950 ton).

“Total keseluruhan yang akan di salurkan pada hari ini sebanyak 105,750 ton,” jelas Wali Kota Langsa Jeffry Sentana.

Jumlah keseluruhan masyarakat Kota Langsa per kecamatan sesuai dengan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yaitu; Kecamatan Langsa Timur 18.009 jiwa dari jumlah Kepala Keluarga sebanyak 5.327. Kecamatan Langsa Barat 38.230 jiwa dari jumlah Kepala Keluarga sebanyak 11.178.

Kecamatan Langsa Kota 36.878 jiwa dari jumlah Kepala Keluarga sebanyak 11.610. Kecamatan Langsa Lama 33.941 jiwa dari jumlah Kepala Keluarga sebanyak 10.596. Kecamatan Langsa Baro 56.958 jiwa dari jumlah Kepala Keluarga sebanyak 17.252.

“Nantinya semua Kepala Keluarga di Kota Langsa menerima BLT dan BLP, beras yang dibagikan dari bantuan Badan Pangan Nasional sebanyak 562.000 ton,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA