UDD PMI Kota Langsa: Banjir Lumpur, Stok Darah Kosong dan Alat Medis Rusak

waktu baca 4 menit
Sabtu, 6 Des 2025 13:25 93 Redaksi

Kota Langsa – Ketika banjir besar melanda wilayah Kota Langsa dan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Kantor Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kota Langsa memiliki struktur bangunan lumayan tinggi.

Namun pada Rabu, 26 November 2025, malam sebelumnya air terus naik perlahan tapi pasti, sehingga debit air menggenangi seluruh ruangan lebih kurang 30 centimeter atau sebetis orang dewasa.

Perlengkapan medis yang nilainya lumayan pada terendam air berlumpur karena tak dapat dievakuasi dengan bobot barang yang begitu berat.

Petugas yang piket saat mengerjakan permintaan darah dari pasien di rumah sakit pun harus bergegas evakuasi barang lain sebisa mungkin berlomba dengan air yang terus naik.

Perjalanan bencana banjir dan tanah longsor di Kota Langsa membuat lumpuh total aktivitas masyarakat dan Pemerintah setempat.

Semua pelayanan harus tutup, gitu juga dengan UDD PMI Kota dalam beberapa hari tak dapat memenuhi permintaan darah dari rumah sakit yang tak terdampak dari bencana tersebut.

Dampak bencana yang dialami UDD PMI Kota Langsa, kosongnya stok darah, masyarakat dan Pemerintah sedang berduka masing-masing sibuk untuk keluar dari keterpurukan bencana.

Kantor-kantor dan rumah porak poranda, banyak dokumen penting, perabotan dan barang elektronik serta barang berharga lainnya harus pupus dilalap lumpur yang berkolaborasi dengan air.

Begitu juga dengan alat-alat medis di UDD PMI Kota Langsa terendam air bercampur lumpur yang setelah air menghilang, tapi meninggalkan bekas yang merusak sejumlah barang-barang.

Hari terus berlalu, pelayanan pun harus dibuka, karena banyak pasien yang butuh darah untuk ditransfusikan sebagai obat dari berbagai diagnosa dokter.

Stok darah kosong!, UDD PMI Kota Langsa meminta pada keluarga pasien yang membutuhkan transfusi untuk mendonorkan darahnya agar dapat memenuhi diagnosa dari dokter.

Langkah kongkrit diambil secara bersama seluruh UDD yang ada di Aceh yang terdampak bencana, mereka membuat suatu permohonan pada UDD PMI Pusat agar dapat dikirimkan darah atau bahasanya “Dropping”.

Pengumuman pun dibuat oleh UDD PMI Pusat di Grup WhatsApp yang isinya seluruh kepala UDD se-Indonesia, setiap Provinsi yang memiliki stok darah banyak bahkan berlebih mereka pun mengajukan untuk mengirimkan darah sesuai kebutuhan yang dibutuhkan.

Dengan bekerja sama TNI-AU, darah-darah dari berbagai Provinsi dan Kabupaten/Kota pun dikumpulkan menjadi satu dalam sebuah tak/peti yang sudah diberikan ice pack, sebagai suhu untuk menormalkan darah di dalamnya sesuai dengan suhu.

Pesawat pun terbang melintasi berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia menuju ke daerah istimewa Aceh atau bumi Serambi Mekah julukan yang dulu diberikan oleh Nanggroe Aceh Darussalam tersebut.

Darah mendarat dengan aman dan selamat oleh Kapten yang sudah profesional di Bandara Internasional “Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda”.

Selanjutnya jalinan koordinasi pun mulai mengisi ruang Grup WhatsApp, dan darah yang sudah di packing aman dalam tax/peti pun dijemput oleh pemiliknya masing-masing dan ada yang dikirim via darat ke UDD/UTDRS yang berada di Kabupaten/Kota.

Ternyata perjalanan darat pun tak mulus seperti yang diharapkan agar darah cepat sampai di tujuan, waktu pun menjadi molor berjam-jam, darah harus loading berganti transportasi karena akses jalan yang terputus.

Darahpun di evakuasi melalui tali sling/tali baja, peti demi peti harus melintasi tali dari sisi seberang ke sisi seberang lainnya untuk diangkut ke transportasi lain menuju tujuannya yang telah tercantum sesuai alamat penerimanya.

Darah-darah telah sampai ke tujuan masing-masing, para petugas UDD PMI di Kabupaten/Kota tersenyum bahagia dan keluarga pasien lega keluar dari rasa cemas yang menghantui pikirannya, “kemana darah akan dicari” untuk mengobati si penderita yang telah lemas di bangsal rumah sakit.

Angka-angka mulai menghiasi stok darah sesuai dengan jenis golongan darah, seluruh pihak UDD pun lega karena sudah mulai ada stok darah.

Kepala UDD PMI Kota Langsa mengeluarkan instruksi, “Ayo kita bangki” gotong royong bersama membersihkan seluruh area ruangan yang terdampak dari banjir lumpur tersebut, kita optimalkan layanan mesti beberapa alat yang tak dapat dioperasikan lagi dan rumah kita masih porak poranda.

Bahu membahas sesama petugas bergumul dengan lumpur yang sudah mengeluarkan aroma tak sedap di hidung.

Terima kasih UDD PMI Pusat, Terima Kasih TNI-AU, Polri lainnya, Terima kasih UDD PMI se Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia yang telah berkontribusi, dan Peduli, terima kasih para pejuang Kemanusiaan.

Bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor menguji kita untuk tetap tegar dan kuat, serta harus tetap mampu memberikan pelayanan pada masyarakat yang membutuhkan, karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama.

Harapnya!, seluruh masyarakat agar senantiasa dapat mendonorkan darahnya secara rutin dan berkesinambungan.

Salam Kemanusiaan…!!!

Hengki Syahjaya, SE, Kasubbid Humas dan P2D2S UDD PMI Kota Langsa

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA