Jember – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3, salah satu entitas Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jember. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran dana bantuan senilai Rp30,43 miliar sepanjang periode 2021 hingga akhir 2025.
Program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi di sekitar wilayah operasional, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa transformasi perusahaan menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis yang tumbuh bersama dengan perusahaan.
“PTPN I berkomitmen agar kehadiran perusahaan tidak hanya memberikan devisa bagi negara, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi bagi rakyat kecil. Di Jember, kami fokus pada pemberdayaan produktif agar masyarakat memiliki daya tahan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagian besar bantuan disalurkan pada sektor peternakan dengan nilai mencapai Rp28,17 miliar melalui skema pinjaman lunak berbunga 3% per tahun. Program ini telah menjangkau 2.818 peternak sapi dan kambing, sehingga mendorong peningkatan kapasitas usaha dan mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbunga tinggi.
Selain penguatan sektor produktif, perusahaan juga menyalurkan dana sebesar Rp2,26 miliar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyasar berbagai sektor prioritas.
Region Head PTPN I Regional 3, Subagiyo, menyampaikan bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan daerah.
Dana TJSL tersebut antara lain dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur desa sebesar Rp519,06 juta, program bedah rumah layak huni sebesar Rp384,48 juta, serta intervensi kesehatan melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) senilai Rp109,65 juta guna menekan angka stunting.
Selain itu, dukungan juga diberikan pada sektor pendidikan sebesar Rp274 juta untuk perbaikan sarana belajar, serta penguatan pelaku UMKM lokal senilai Rp115,92 juta guna meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing usaha.
Perusahaan juga melaksanakan program mitigasi perubahan iklim melalui kegiatan penanaman pohon dengan nilai Rp25 juta sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Kehadiran perusahaan harus memberikan dampak nyata. Kami merancang program yang menanamkan benih kemandirian, bukan sekadar bantuan karitatif yang habis dalam sekejap,” ujar Subagiyo.
Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (shared value), memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Tidak ada komentar