STAI-AT Gelar Wisuda Angkatan XV, Berikut Tujuh Nama Sarjana Terbaik 

waktu baca 4 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 08:44 165 Redaksi

Kota Langsa – Sekolah Tinggi Agama Islam Aceh Tamiang (STAI-AT) menggelar sidang senat terbuka wisuda 334 para sarjana strata satu (S1) untuk angkatan ke XV Tahun 2026, di Convention Hall Vitra Tirta, Kecamatan Langsa Barat, Sabtu (11/04/2026).

Berikut tujuh nama dan prodi sarjana STAI-AT lulusan terbaik berdasarkan Surat Keputusan Ketua No.066/STAI-AT/IV/2026, tentang mahasiswa wisuda terbaik program sarjana strata satu (S1) pada wisuda XV tahun 2026 Sekolah Tinggi Agama Islam Aceh Tamiang.

Prodi Studi Ekonomi Syari’ah, Dea Raqina, Lahir di Ingin Jaya, 20 September 2002, meraih IPK 3,74.

Prodi Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fadhilla Khairunisa, lahir di Kualasimpang, 10 April 2003, meraih IPK 3,67.

Prodi Studi Hukum Pidana Islam, Rini Andriani, Lahir di Rantau, 12 April 2002, meraih IPK 3,65.

Prodi Studi Hukum Ekonomi Syari’ah, Resma Purnama Sari, Lahir di Sungai Iyu, 15 Februari 2001, meraih IPK 3,65.

Prodi Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fara Priliani, Lahir di Karang Baru, 07 April 2002, meraih IPK 3,65.

Prodi Studi Pendidikan Agama Islam, Nur Sahidah, Lahir di Bukit Satu, 19 Juli 2002, meraih IPK 3,65.

Program Studi Psikologi Islam, Alsa Kharisma, Lahir di Opak, 29 Agustus 2003, meraih IPK 3, 69.

Masing-masing mahasiswi yang meraih lulusan terbaik maju kedepan didampingi oleh orangtua untuk mendapatkan plakat dan sertifikat penghargaan dari pihak STAI-AT.

Ketua STAI Aceh Tamiang Dr. Rizki Maulana, S.Sos, SH, MSP, MH, didampingi para Wakil Ketua memberikan piagam penghargaan pada salah satu sarjana terbaik.

Sebelumnya Ketua STAI Aceh Tamiang Dr. Rizki Maulana, S.Sos, SH, MSP, MH, mengucapkan selamat pada ratusan mahasiswa yang akan di wisuda sesaat lagi, dan selamat pada semua orang tua anaknya telah berhasil meraih gelar sarjana strata satu.

Tantangan Zaman dan Fondasi Karakter Islami

Realisanya jelas di depan mata. Jika dulu sebuah proyek atau pekerjaan melibatkan ribuan tenaga manusia, kini cukup dikerjakan oleh puluhan bahkan ratusan orang saja. Ini adalah kondisi yang sangat realistis.

Lantas, bagaimana kita menjawab tantangan ini? Kompetensi, skill, dan keterampilan yang mumpuni sudah menjadi sebuah keharusan mutlak yang harus dimiliki. Belum lagi kita bicara tentang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, serta teknologi yang berkembang begitu pesat. Kita sering kali tidak mampu mengimbangi, bahkan justru terjebak dalam sikap yang hanya konsumtif.

Ini adalah realitas yang harus kita jawab. Namun, sebagai institusi keagamaan Islam, kita memiliki posisi yang kuat. Semua lembaga keilmuan ini harus berdiri kokoh, tidak tergoyahkan, dan tidak terganggu oleh arus yang hanya mengutamakan teknologi semata.

Wakil Ketua Yayasan Islam Aceh Prof, Dr, Muzakkir Samidan Prang, SH, MH, M.Pd, memberikan piagam penghargaan pada salah satu sarjana terbaik.

“Mengapa? Karena sepintar apa pun teknologi, sehebat apa pun AI, ia tidak akan pernah memiliki karakter,” tegas Dr Rizki.

Maka, hari ini tawaran Islam sangatlah jelas. Kita harus menawarkan Karakter Islami sebagai fondasi utama dalam menjawab tantangan peradaban ini. Bagaimana kita meraih karakter yang baik dan benar? Jawabannya satu: kita mesti menjadikan agama sebagai dasar dan fondasi pembentukan karakter tersebut.

Kita tidak perlu melihat fenomena sesaat baik dalam hukum, ekonomi, maupun sosial. Ketika seseorang keluar dari jalur karakter yang benar, maka integritasnya akan dipertanyakan. Karakter inilah yang menjadi komitmen kita untuk mampu menjawab segala perkembangan zaman.

Sehingga, kita tetap berada pada koridor yang tepat, berada pada alurnya. Bapak Ibu sekalian, sebagai bagian dari institusi dan lembaga, kita harus tetap berada pada jalurnya. Tidak perlu keluar koridor, tidak perlu out of track, atau melanggar aturan main.

Sekretaris Kopertis Wilayah V Aceh Dr. Bustami Abu Bakar, M.Hum, memberikan piagam penghargaan pada salah satu sarjana terbaik.

Modal Utama Tetap Berintegritas dan Berkarakter Islam

Oleh karena itu, tawaran pendidikan Islam hari ini haruslah menghasilkan insan yang Intelektualitas, Kompetitif, dan Berkarakter Islamiah.

Hal inilah yang harus kami sampaikan. Sehingga, lulusan dan putra-putri bangsa yang berbasis agama Islam, dengan modal intelektualitas dan daya saing yang tinggi, juga memiliki karakter yang kuat. Sehingga integritasnya terjamin, dan menjadi komitmen diri dalam berinteraksi di masyarakat.

“Demikian disampaikan Dr Rizki Maulana sebagai pesan dan renungan kita pada kesempatan yang berharga ini,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA