Satpol PP Langsa Bongkar Paksa Kios Liar PKL

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Feb 2026 04:16 84 Redaksi

Kota Langsa – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Langsa sebagai tangan besinya Pemko Langsa membongkar paksa kios dilapak liar milik para pedagang kaki lima (PKL), di Pasar Pagi Langsa, eks jalan rel, Kecamatan Langsa Kota, Senin, 2 Februari 2026.Hal itu dilakukan pihak Satpol PP karena kios tersebut berada di badan jalan atau tempat terlarang, sehingga harus dirobohkan atau dibongkar paksa.

Personil Satpol-PP dibackup TNI, Polri, Dishub dan Disperindagkop dengan melibatkan personil sebanyak 140 dari Satpol PP, dua dari TNI dan dua dari Polres Langsa serta anggota Dishub dan Disperindagkop.

Sekretaris Satpol-PP Kota Langsa, Muhammad Tarmizi, SE, MM, yang ditemui di lokasi pasar pada saat penertiban menegaskan bahwa sebelum melakukan penertiban atau bongkar paksa pihaknya sudah memberikan warning atau peringatan akan dilakukan pembongkaran.

Sebelumnya dari pihak Satpol-PP telah terlebih dahulu melakukan sosialisasi, baik melakukan pemberitahuan lewat surat, bertemu dengan para pedagang begitu juga saban hari keliling patroli memberitahukan akan melakukan pembokaran karena berjualan di badan jalan.

“Kami sudah lebih sepekan memberitahukan para pedagang agar tidak berjualan di badan jalan atau di atas parit, karena melanggar Qanun No. 2 Tahun 2014 tentang ketertiban umum yang telah ditetapkan,” terang M Tarmizi.

Selain itu juga hari ini kami lakukan pembongkaran terhadap enam kios yang berada persis dibadan jalan, lantas ada sekitar 12 unit yang akan dilakukan pembongkaran secara mandiri dan ini sudah disepakati oleh para pedagang kaki lima.

“Kami kasih waktu bagi mereka yang ingin membongkar kiosnya secara mandiri dan hari ini enam kios yang telah dibongkar dilakukan pembersihan areal,” ucap M Tarmizi.

Sementara itu salah seorang pedagang kios yang dirobohkan Ilyas, mengatakan puing-puing hasil bongkaran kios agar jangan diangkut oleh Satpol-PP, karena memang masih bisa digunakan untuk membuat lapak yang lain.

“Ini barang kami jangan kalian angkut biar kami yang bereskan sendiri dan kami mampu atasi sendiri,” ucapnya dengan nada lirih didampingi istri tercintanya.

Sedangkan seorang ibu lainnya yang juga terkena imbas kiosnya dibongkar terlihat histeris karena kios dagangannya dirobohkan oleh tim gabungan dari Satpol-PP di tengah guyuran hujan.

Suasana sedikit memanas dan para ibu lainnya coba untuk menenangkan ibu tersebut dan tidak berlangsung lama situasi berjalan dengan normal kembali serta sejumlah barang dagangan maupun puing-puing kayu hasil pembongkaran tim Satpol-PP disita dibawa ke kantor sebagai barang bukti penertiban.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA