RSU Cut Meutia Langsa Menuju Layanan Prima di Tahun 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 31 Jan 2026 08:07 201 Redaksi

Kota Langsa – Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia yang dikelola oleh PT Cut Meutia Medika Nusantara (PT CMN) terus memantapkan langkahnya dalam melakukan transformasi kesehatan besar-besaran di tahun 2026 menuju layanan prima bagi para pasien yang berobat.

Memasuki tahun 2026, rumah sakit yang berlokasi di Kebun Baru ini menargetkan pencapaian standar layanan prima sebagai wajah mutu kesehatan utama di Kota Langsa.

Upaya pembenahan tidak hanya menyasar pada aspek medis, tetapi juga pada infrastruktur pendukung yang vital bagi keberlanjutan lingkungan dan kualitas perawatan pasien.

Komitmen ini selaras dengan rencana strategis PT CMN sebagai anak usaha BUMN yang fokus pada penguatan tata kelola dan inovasi layanan kesehatan.

Kepala RSU Cut Meutia Langsa, dr. Hanafi Nasution, MKM, pada media Sabtu, (31/01/2026), menyampaikan bahwa pemenuhan standar akreditasi dan kepatuhan lingkungan menjadi prioritas utama rumah sakit dalam pelayanan.

“RSU Cut Meutia Langsa tak hanya pelayanan medis yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman bagi pasien dan lingkungan,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya telah memastikan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) beroperasi sesuai standar mutu yang ketat agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Secara paralel, kualitas pelayanan medis terus mereka tingkatkan melalui simulasi code blue, edukasi kesehatan berkala, dan digitalisasi informasi melalui sistem Satu Sehat untuk menjamin keamanan serta kenyamanan pasien,” ungkap dr. Hanafi Nasution.

Sinergi Manajemen PT CMN untuk Transformasi Mutu Sebagai pemangku manajemen memberikan dukungan penuh terhadap modernisasi fasilitas di RSUCM dan Klinik di Kebun Baru dan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara serta Pulau Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang.

Direktur PT CMN, Ernawati, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sinergi antara manajemen pusat dan unit rumah sakit dan klinik adalah kunci utama keberhasilan transformasi ini.

“PT CMN berkomitmen penuh mendukung RSU Cut Meutia dan klinik dalam mencapai standar layanan prima di 2026,” ujarnya.

Fokus kami adalah penguatan aset utama, mulai dari peningkatan kapasitas SDM hingga pembaruan sarana prasarana medis yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pihaknya memastikan setiap proses manajemen berjalan transparan dan akuntabel demi menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang profesional serta terpercaya di wilayah Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang,” tegas Ernawati.

Dengan kolaborasi yang solid antara medis dan manajemen, RSU Cut Meutia Langsa optimis dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan kesehatan daerah di masa depan.

Tak hanya itu, guna peningkatan mutu dan kualitas secara standar, PT CMN juga telah bekerja sama dengan pihak ketiga Konsultan Lingkungan Pendamping PT PATRI (Pusat Kajian Industri).

“Sehingga hasil sampling RSU Cut Meutia masih dalam baku mutu sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya.

Selain sample dibawa ke Laboratorium yang terakreditasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup, pengawasan juga selalu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa.

“Alhamdulillah sejauh ini belum pernah ada komplain dari pihak masyarakat sekitar terkait limbah RSU Cut Meutia,” pungkas Nana sapaan akrab keseharian Direktur PT CMN.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA