Tembus Desa Terisolir, Aliansi Mahasiswa Indonesia Jalankan Misi Kemanusiaan di Ujung Aceh Tamiang

waktu baca 3 menit
Jumat, 19 Des 2025 14:02 96 Redaksi

Aceh Tamiang – Aliansi Mahasiswa Indonesia melakukan aksi heroik dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Desa Sulum, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (19/12/2025).

Desa ini merupakan salah satu wilayah paling terisolir yang terletak di ujung kabupaten tersebut.

Perjalanan menuju lokasi bukanlah perkara mudah. Tim relawan harus menempuh waktu sekitar empat jam perjalanan darat melalui jalan yang rusak berat.

Tak berhenti di situ, akses darat yang terbatas memaksa rombongan melanjutkan perjalanan dengan mengarungi sungai selama 30 menit menggunakan perahu motor untuk mencapai pemukiman warga.

Kolaborasi mahasiswa antar pulau ini menjadikan aksi kemanusiaan yang merupakan hasil kolaborasi lintas provinsi yang diinisiasi oleh Presiden Mahasiswa Universitas Sains Cut Nyak Dhien (USCND) Langsa, Mirza Maulana.

Mahasiswa dan Mahasiswi divisi kesehatan saat melakukan perawatan luka pada salah satu warga.

Ia tidak sendiri, Mirza menggandeng lima Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yakni: BEM PGRI Tulungagung Jawa Timur, BEM UPB Jawa Tengah. BEM Nurtanio Bandung Jawa Barat, BEM Stikes Mitra Ria Husada Jakarta. BEM ITKES WHS Samarinda Kalimantan Timur.

“Ini bukti bahwa solidaritas mahasiswa tidak dibatasi oleh sekat geografis, mereka bergerak bersama dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan untuk satu tujuan kemanusiaan,” ujar Mirza Maulana.

Program Multisektoral: Dari Kesehatan Hingga Traumatic Healing

Di Desa Sulum, aliansi mahasiswa tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, namun mereka mampu menghadirkan paket layanan lengkap untuk masyarakat penyintas, yaitu; meliputi cek kesehatan gratis, pembagian obat-obatan, serta edukasi pola hidup sehat.

Selain itu, para relawan juga mendirikan dapur umum dan memberikan layanan pangkas rambut gratis bagi warga.

Bagi anak-anak di desa tersebut, mahasiswa pun menyelenggarakan ‘Sekolah Rakyat’ dan sesi traumatic healing guna memulihkan kondisi psikologis mereka pasca-bencana.

Seorang mahasiswi menyalurkan bantuan pada salah satu warga yang tinggal di tenda pengungsian.

Mirza memberikan apresiasi dan terima kasihnya untuk para donatur dan relawan telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.

“Mirza Maulana menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyokong gerakan ini,” ujarnya.

Saya secara pribadi dan mewakili Aliansi Mahasiswa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui kami.

Terima kasih juga kepada rekan-rekan relawan yang luar biasa, yang tangguh menembus hutan dan sungai demi menjangkau saudara-saudara kita di pelosok Aceh Tamiang ini.

“Tanpa kerja keras kalian, misi ini tidak akan sampai ke ujung Desa Sulum,” pungkas Mirza.

Aksi ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas sekaligus menjadi pemantik bagi pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur dan akses kesehatan di desa-desa terpencil.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA