Pascabencana Banjir, RSUD Langsa Mulai Beroperasi 

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Des 2025 17:56 63 Redaksi

Kota Langsa – Pascabencana banjir besar melanda Kota Langsa dan sekitarnya yang meluluhlantakkan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum lainnya seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada Rabu (26/11/2025) lalu.

Sejumlah layanan kritis di RSUD Langsa mulai beroperasi kembali setelah sebelumnya lumpuh total akibat banjir. Dibantu oleh sejumlah pihak, pemulihan pun dilakukan bertahap untuk memastikan kebutuhan darurat masyarakat tetap terpenuhi.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi layanan pertama yang diaktifkan, disusul Intensive Care Unit (ICU), kamar bersalin, ruang perawatan anak, dan ruang perawatan bedah anak, kata Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, pada awak media, Rabu (10/12/2025).

Ia pun menyampaikan, bahwa pemilihan fasilitas prioritas dilakukan untuk menjaga keberlangsungan penanganan kasus gawat darurat.

“Tim medis diminta bekerja bergiliran demi memastikan layanan tetap berjalan, meski terbatas, rumah sakit tetap melayani pasien gawat darurat,” ujarnya.

Erizal menjelaskan, sebelum dibuka, setiap ruangan menjalani pembersihan intensif serta pemeriksaan keamanan, mulai dari kondisi listrik, kadar kelembaban, hingga sisa lumpur.

Di sisi SDM, sistem rotasi diterapkan untuk menutupi kekurangan tenaga dan memastikan pelayanan berjalan 24 jam. Dukungan dokter spesialis tambahan ikut memperkuat layanan.

“Meskipun beberapa ruang sudah aktif, sebagian besar area rumah sakit masih dalam proses pemulihan karena kerusakan akibat genangan air yang meluas,” paparnya.

Rumah sakit memastikan aktivasi ruang prioritas bukan berarti pelayanan telah pulih sepenuhnya. Pasien tetap diimbau mengikuti arahan petugas untuk menghindari kepadatan yang berlebihan. Penyesuaian alur tetap diberlakukan untuk menjaga keselamatan.

Pemulihan ruang perawatan juga berjalan paralel. Banyak tempat tidur, matras, dan peralatan perawatan terendam dan harus dibersihkan atau dipilah ulang. Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh perawat, tim sanitasi, dan IPSRS.

“Hingga sore ini, sekitar lima ruangan dengan total 90 bed telah dapat dimanfaatkan kembali,” tambah Erizal.

Menurut Erizal, setiap ruang yang kembali operasional sangat penting karena kebutuhan rawat inap meningkat setelah banjir surut. Banyak warga mengalami penyakit pascabencana sehingga permintaan perawatan melonjak.

Manajemen rumah sakit menargetkan ruang tambahan segera menyusul, meski proses bergantung pada tingkat kerusakan masing-masing ruangan.

“Dengan bertambahnya kapasitas tempat tidur, antrean di IGD diharapkan dapat berkurang dan pelayanan darurat berlangsung lebih stabil,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA