Base Camp BMC Resmi Berdiri, Rumah Para Legenda Musik Langsa untuk Terus Berkarya

waktu baca 4 menit
Minggu, 30 Agu 2026 21:42 205 Redaksi

Kota Langsa – Bengkel Music Classic (BMC) Kota Langsa resmi memiliki Base Camp sebagai ruang bersama bagi para musisi senior dan legenda musik untuk bersilaturahmi, berkarya, berbagi pengalaman, sekaligus menjaga eksistensi musik lintas generasi.

Base Camp BMC yang berlokasi di Jalan Rel Kereta Api, Lorong Villa Pritama Asri No. 03, Desa Birem Puntong, Kota Langsa, diresmikan pada Minggu (30/8/2026).

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Langsa, Aulia Ristama atau akrab disapa Ulie Thamrin.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BMC Darusmin, Sekretaris Agus Anwar, Pembina BMC Ramli Naim, jajaran pengurus dan anggota BMC, serta sejumlah pengurus DPC PAPPRI Kota Langsa, di antaranya Wakil Ketua I Chairuman, Ulie Thamrin, Reva Mazuin dan Angga Harry Saputra.

Ketua PAPPRI Kota Langsa Wieke Liyendawari yang berhalangan hadir menyampaikan salam dan apresiasi kepada keluarga besar BMC. Pesan tersebut disampaikan melalui Ulie Thamrin yang juga dipercaya mewakili Ketua PAPPRI untuk meresmikan Base Camp BMC.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas undangan dan kehormatan yang diberikan kepada PAPPRI Kota Langsa. Ibu Ketua memohon maaf karena belum dapat hadir secara langsung dan menitipkan salam hangat kepada seluruh keluarga besar BMC,” ujar Ulie.

PAPPRI: Legenda Musik Adalah Bagian dari Sejarah

Ulie Thamrin mengatakan keberadaan BMC patut diapresiasi karena menjadi wadah bagi para musisi senior yang hingga kini tetap mempertahankan semangat dan kecintaannya terhadap musik.

Menurutnya, keberadaan para legenda musik bukan sekadar tentang kemampuan memainkan alat musik atau tampil di atas panggung, tetapi juga menyangkut perjalanan panjang dan sejarah musik Kota Langsa yang perlu dijaga.

“Kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para legenda musik Kota Langsa yang sampai hari ini masih menjaga eksistensi, semangat dan kecintaannya terhadap musik. Ini bukan sekadar memainkan musik, tetapi menjaga perjalanan dan sejarah musik agar tetap hidup,” katanya.

Ia berharap Base Camp BMC tidak hanya berfungsi sebagai sekretariat, tetapi benar-benar menjadi rumah bersama bagi para musisi, tempat bertemunya pengalaman, persahabatan, kreativitas dan berbagai karya.

“Harapan kita BMC terus eksis dan menjadi rumah bagi para legenda musik Kota Langsa. Apa yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun merupakan bagian dari sejarah musik yang harus dihormati, dirawat dan diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ramli Naim: BMC Lahir dari Semangat Kebersamaan

Pembina BMC Ramli Naim menegaskan bahwa berdirinya Base Camp bukan sekadar peresmian sebuah tempat, melainkan wujud nyata semangat kebersamaan para musisi yang selama ini telah memberikan warna bagi perjalanan musik di Kota Langsa.

Ia menilai para musisi senior merupakan aset penting karena memiliki pengalaman dan perjalanan panjang yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“BMC ini bukan hanya tempat berkumpul. Di dalamnya ada persahabatan, pengalaman, perjalanan dan sejarah panjang para musisi. Kita berharap kebersamaan ini terus terjaga dan BMC menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh keluarga besar musik di Kota Langsa,” ungkap Ramli.

Dalam momentum tersebut, Ramli Naim juga mengumumkan para pemenang lomba hafalan surat Al-Qur’an, karaoke dan berbagai perlombaan lainnya yang sebelumnya digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Penyerahan piala kepada para pemenang turut menambah kemeriahan acara peresmian.

Para Legenda Kembali Bermusik

Peresmian Base Camp BMC berlangsung semakin meriah ketika para legenda musik BMC tampil memainkan musik secara langsung.

Suasana kemudian semakin hangat melalui kolaborasi bersama jajaran PAPPRI Kota Langsa. Alunan musik dan lagu yang dibawakan para musisi senior menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus memperlihatkan bahwa semangat bermusik tidak lekang oleh usia.

Kolaborasi tersebut menjadi simbol pertemuan lintas generasi—pengalaman para senior berpadu dengan semangat generasi berikutnya dalam satu panggung dan satu tujuan, yakni menjaga musik agar tetap hidup.

Darusmin: BMC Ingin Menjadi Rumah Bersama

Ketua BMC Darusmin mengatakan Base Camp tersebut merupakan langkah awal untuk membangun ruang bersama bagi para pencinta dan pelaku musik di Kota Langsa.

Menurutnya, BMC lahir dari keinginan para musisi untuk terus menjaga persaudaraan, kreativitas dan kecintaan terhadap musik, meski sebagian besar anggotanya telah melewati perjalanan panjang di dunia seni.

“BMC ini kami bangun dari kebersamaan. Kami ingin ada tempat di mana para musisi bisa berkumpul, berbincang, bermain musik, bertukar pengalaman dan tetap menjaga silaturahmi. Musik sudah menjadi bagian dari kehidupan kami,” kata Darusmin.

Ia menambahkan, BMC juga diharapkan menjadi ruang untuk merawat sejarah perjalanan para musisi Kota Langsa agar pengalaman dan karya mereka tidak terputus oleh perubahan zaman.

“Kami ingin BMC menjadi rumah bersama. Bukan hanya untuk kami yang sekarang, tetapi juga untuk generasi berikutnya. Dari sini mudah-mudahan lahir kegiatan, kolaborasi dan karya-karya baru,” pungkasnya.

Peresmian Base Camp BMC menjadi babak baru bagi para musisi Kota Langsa untuk terus berkumpul, berkarya dan menjaga warisan musik daerah.

Dari para legenda untuk generasi berikutnya. Dari sebuah Base Camp sederhana, BMC diharapkan menjadi ruang lahirnya karya, kolaborasi dan sejarah baru musik Kota Langsa.

BMC – Bengkel Music Classic, rumah berkarya para legenda musik Kota Langsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA