Kota Langsa – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) program pemberdayaan alternatif pada kawasan rawan narkoba yang diikuti 25 peserta, di Kopi Liqa, Selasa, 28 Juli 2026.
Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan alternatif, sekaligus melihat perkembangan keterampilan, keberlanjutan usaha, serta dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Plt. Kepala BNN Kota Langsa, Hasnanda Putra, ST, MM, MT, mengatakan bahwa pemberdayaan alternatif merupakan salah satu strategi BNN dalam memperkuat ketahanan masyarakat di kawasan rawan narkoba melalui peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi.
“Program ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana ilmu dan keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga,” ujarnya.
Hasnanda juga mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan keterampilan yang dimiliki dan memanfaatkan peluang usaha yang ada sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam mendukung upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan alternatif sangat ditentukan oleh komitmen peserta serta dukungan pemerintah gampong, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang kuat akan menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki ketahanan terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, BNN Kota Langsa berharap program pemberdayaan alternatif dapat terus berkembang, memberikan manfaat yang berkelanjutan, serta menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan kawasan yang aman, produktif, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.
“Apabila peserta tersebut merupakan alumni pelatihan life skill (Pengembangan ternak bebek entok) yang sebelumnya difasilitasi BNN Kota Langsa, dapat diperkuat dengan menyampaikan hasil evaluasi terhadap perkembangan usaha dan tingkat kemandirian ekonomi para peserta setelah mengikuti program,” kata Hasnanda.
Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Samudera, Dr. Banta Cut, ST., MT., sebagai pendamping kegiatan life skill, menyampaikan apresiasi kepada BNN Kota Langsa atas pelaksanaan program pemberdayaan alternatif yang dinilai mampu meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat.
Menurutnya, program peningkatan life skill merupakan langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing, sekaligus menjadi upaya nyata dalam mencegah penyalahgunaan narkoba melalui penguatan ekonomi masyarakat.
Ia berharap sinergi antara Universitas Samudera, BNN Kota Langsa, pemerintah gampong, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat, baik melalui pelatihan, pendampingan, pengembangan kewirausahaan, maupun pemasaran hasil usaha masyarakat.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan, serta mewujudkan lingkungan yang produktif dan bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Pada kesempatan itu juga, Geuchiek Gampong Alue Beurawe, Nurdin, menyampaikan terimakasih kepada BNN Kota Langsa atas terlaksananya program pemberdayaan Alternatif melalui peningkatan Life skill kepada masyarakat kami.
Atas nama Pemerintah Gampong Alue Beurawe, kami berharap program pemberdayaan alternatif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui peningkatan keterampilan (life skill), masyarakat memiliki bekal untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga sehingga tidak mudah terpedaya dengan barang haram yang akan merugikan,” pungkasnya.
Tidak ada komentar