Masuki Tahun Kedua, Prodi Kebidanan Langsa Perkuat Sinergi Pencegahan dan Penanganan Diabetes Melitus Bersama Pemko Langsa

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Jul 2026 17:42 6 Redaksi

Kota Langsa – Memasuki tahun kedua penyelenggaraan pendidikan, Program Studi (Prodi) D-III Kebidanan Langsa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Aceh terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Langsa dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan Diabetes Melitus (DM).

Penguatan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemaparan visi, misi, serta strategi institusi yang berlangsung dengan diawali paparan di Aula Prodi Kebidanan Kota Langsa, Kamis (23/7/2026).

Ketua Prodi D-III Kebidanan Langsa, Cut Mutiah, SST, M.Keb, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda strategis untuk mengukur tingkat pemahaman para stakeholder terhadap visi dan misi Prodi yang mulai diterapkan sejak tahun 2025.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi bagian dari proses monitoring dan evaluasi (monev) guna memastikan arah kebijakan institusi dipahami secara menyeluruh oleh seluruh mitra dan pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi untuk mengukur sejauh mana stakeholder memahami visi dan misi Prodi Kebidanan Langsa yang telah ditetapkan sejak tahun 2025,” ujar Cut Mutiah, yang akrab disapa Tia.

Ia menjelaskan, pelaksanaan uji pemahaman tersebut sejalan dengan Pedoman Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) yang mengharuskan adanya evaluasi berkala guna memastikan efektivitas sosialisasi kepada seluruh stakeholder.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Langsa Barat Andre Isvani, S.IP., M.AP, Plt Kepala DP3A Dalduk dan KB Kota Langsa Muhammad Tarmizi, SE., MM, Ketua DPD KNPI Kota Langsa Assoc. Prof. Dr. Rizki Maulana, S.Sos., SH., MSP., MH, Sekretaris BPBD Kota Langsa Jauwahir, SE., MAP, serta Kabid Pariwisata Disporapar dan Ekraf Kota Langsa Fina Nadhia, SH., CPS, bersama sejumlah undangan lainnya.

Transformasi Fokus Penanganan Diabetes Melitus

Dalam pemaparannya, Cut Mutiah menegaskan bahwa Prodi Kebidanan Langsa telah melakukan transformasi besar terhadap arah pengembangannya.

Bila sebelumnya pada tahun 2024 fokus institusi berada pada kebidanan tanggap bencana, maka sejak tahun 2025 orientasi tersebut beralih pada penguatan aspek promotif dan preventif dalam penanganan Diabetes Melitus pada kesehatan ibu dan anak.

Adapun visi yang kini diusung Prodi D-III Kebidanan Langsa adalah:

“Menghasilkan Ahli Madya Kebidanan unggul dan berdaya saing global di bidang promotif dan preventif pada Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Diabetes Mellitus serta berkarakter Islami,” harapnya.

Menurut Cut Mutiah, perubahan arah kebijakan tersebut didasarkan pada kondisi kesehatan di Aceh yang menunjukkan tren peningkatan kasus Diabetes Melitus, termasuk pada kelompok usia produktif, ibu hamil, hingga remaja.

Karena itu, calon bidan dinilai harus memiliki kompetensi khusus dalam mendeteksi, mencegah, serta memberikan edukasi terkait risiko Diabetes Melitus sejak dini melalui pelayanan kebidanan yang komprehensif.

Perkuat Kurikulum dan Karakter Islami

Selain memperkuat kompetensi akademik, Prodi Kebidanan Langsa juga terus mengembangkan kurikulum pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan upaya pencegahan Diabetes Melitus.

Di sisi lain, pembentukan karakter Islami tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan melalui penerapan nilai-nilai Akhlakul Karimah, yakni Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah sebagai landasan etika pelayanan kebidanan yang profesional.

Cut Mutiah berharap sinergi yang terjalin antara dunia akademik dan Pemerintah Kota Langsa semakin kuat sehingga mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjawab tantangan kesehatan masyarakat di tingkat daerah maupun global.

“Hasil pertemuan dan berbagai masukan dari stakeholder akan menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut dalam penyempurnaan implementasi visi dan misi Prodi, sekaligus memperkuat sinergi melalui implementasi nota kesepahaman (MoU) yang telah dibangun bersama berbagai pihak,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA